Jakarta, Rakyatterkini.com– Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat kembali mengalami erupsi pada Sabtu (4/7/2026) pagi sekitar pukul 09.42 WIT. Berdasarkan laporan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), letusan tersebut menghasilkan kolom abu vulkanis yang menjulang sekitar 400 meter dari puncak gunung.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api, Richard Chaniago, menjelaskan bahwa kolom abu tampak berwarna kelabu dengan ketebalan cukup pekat dan bergerak ke arah timur laut mengikuti arah angin.
Data PVMBG mencatat, kolom erupsi mencapai ketinggian sekitar 1.725 meter di atas permukaan laut atau sekitar 400 meter dari puncak Gunung Ibu. Aktivitas letusan juga terekam oleh seismograf dengan amplitudo maksimum 28 milimeter dan berlangsung selama kurang lebih 53 detik.
Dalam laporan resminya, PVMBG menyampaikan bahwa erupsi terjadi pada Sabtu, 4 Juli 2026, pukul 09.42 WIT, dengan tinggi kolom abu sekitar 400 meter di atas puncak gunung.
Sehubungan dengan aktivitas vulkanis tersebut, masyarakat maupun wisatawan diminta untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius dua kilometer dari kawah aktif Gunung Ibu. Selain itu, area perluasan sektoral hingga 3,5 kilometer ke arah utara atau bukaan kawah juga harus dihindari demi alasan keselamatan.
PVMBG turut mengingatkan warga agar mengenakan masker dan kacamata pelindung apabila terjadi hujan abu, terutama bagi mereka yang harus beraktivitas di luar ruangan. Langkah tersebut bertujuan meminimalkan dampak paparan abu vulkanis terhadap kesehatan.
Masyarakat juga diimbau agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya dan tetap mengikuti informasi resmi serta arahan dari pemerintah daerah.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat diminta terus menjalin koordinasi dengan PVMBG di Bandung maupun Pos Pengamatan Gunung Ibu di Gam Ici agar perkembangan aktivitas gunung api dapat terus dipantau dan diinformasikan kepada masyarakat secara cepat.(da*)


