Notification

×

Iklan

Gerakan Tobat Ekologis Jaga Lingkungan Padang Pariaman

Rabu, 15 Juli 2026 | 15:47 WIB Last Updated 2026-07-15T08:47:00Z

Bagaimana Tobat Ekologis Melindungi Mata Pencaharian Petani dan Nelayan

Padang Pariaman, Rakyatterkini.com – Ancaman kerusakan lingkungan di kawasan hulu, daerah tangkapan air, hingga wilayah pesisir Kabupaten Padang Pariaman semakin berdampak terhadap kehidupan masyarakat, terutama sektor pertanian dan perikanan. 

Kondisi ini menjadi salah satu alasan digalakkannya Gerakan Tobat Ekologis Nasional sebagai upaya menjaga keberlangsungan ruang hidup petani dan nelayan.

Di wilayah pesisir, persoalan abrasi serta meningkatnya sampah laut telah menghambat aktivitas nelayan tradisional. Sementara itu, di sektor pertanian, kerusakan kawasan hulu dan pengelolaan sampah yang belum optimal menyebabkan terganggunya aliran irigasi yang menopang produktivitas sawah masyarakat.

Melalui berbagai kegiatan seperti penanaman pohon dan aksi bersih pantai, Gerakan Tobat Ekologis hadir untuk memperbaiki kondisi lingkungan sekaligus mengembalikan fungsi ekosistem yang mulai terganggu.

Upaya pelestarian alam kini tidak lagi hanya dipandang sebagai bentuk menjaga keindahan lingkungan, tetapi juga menjadi langkah penting dalam melindungi perekonomian masyarakat. Ekosistem pesisir yang sehat dan ketersediaan air yang memadai bagi pertanian akan membantu menjaga keberlanjutan mata pencaharian warga yang bergantung pada sumber daya alam.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengatakan, dampak bencana yang terjadi di berbagai wilayah telah menimbulkan kerugian lebih dari Rp33 triliun, termasuk kerusakan infrastruktur dan jatuhnya korban jiwa. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan harus tetap memperhatikan keseimbangan lingkungan.

“Gerakan Tobat Ekologis merupakan langkah konkret untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap alam sekaligus memperkuat upaya pencegahan dan pengurangan risiko bencana,” kata Mahyeldi.

Ia juga menyambut baik kehadiran Menteri Lingkungan Hidup di Padang Pariaman yang dinilai dapat memperkuat berbagai program pelestarian lingkungan di Sumatera Barat. Pemerintah provinsi, lanjutnya, akan memperluas gerakan tersebut ke berbagai sektor, termasuk sekolah, perguruan tinggi, dan lembaga pemerintahan.

Selain menjaga ekosistem, Pemprov Sumbar juga terus mendorong penerapan pengelolaan sampah secara mandiri. Langkah tersebut dilakukan dengan mengajak kantor pemerintahan dan sekolah di bawah kewenangan pemerintah daerah untuk mengelola sampah secara lebih bertanggung jawab guna membangun kebiasaan hidup ramah lingkungan.

Menteri Lingkungan Hidup RI Mohammad Jumhur Hidayat menegaskan bahwa Gerakan Tobat Ekologis Nasional bukan sekadar agenda simbolis, tetapi merupakan gerakan bersama untuk memperbaiki kualitas lingkungan di Indonesia.

Ia menyebut berbagai persoalan lingkungan, mulai dari sampah, pencemaran mikroplastik, kerusakan hutan, lahan kritis, hingga dampak kegiatan pertambangan, tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah. Dibutuhkan kerja sama dari berbagai pihak, seperti pemerintah daerah, sektor swasta, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, serta seluruh lapisan masyarakat.

Jumhur optimistis target penyelesaian persoalan sampah nasional dalam dua tahun sesuai arahan Presiden dapat diwujudkan apabila seluruh pihak berkomitmen melakukan aksi nyata secara bersama-sama.

Pencanangan Gerakan Tobat Ekologis Nasional di Padang Pariaman diharapkan menjadi titik awal bagi munculnya gerakan pelestarian lingkungan yang lebih luas. Melalui kolaborasi dan kepedulian bersama, kegiatan sederhana seperti menanam pohon, menjaga kebersihan pantai, serta mengelola sampah dengan baik dapat memberikan dampak besar dalam memperkuat ketahanan lingkungan dan mengurangi ancaman bencana.

Dengan adanya gerakan ini, Padang Pariaman tidak hanya menjadi lokasi pelaksanaan program nasional, tetapi juga menjadi contoh komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang lebih hijau, kuat, dan berkelanjutan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update