Notification

×

Iklan

Delapan Bulan Pascabanjir, Warga Lambung Bukit Masih Butuh Air Bersih

Rabu, 15 Juli 2026 | 16:16 WIB Last Updated 2026-07-15T09:16:00Z

Warga Lambung Bukit Masih Bergantung Bantuan Air Bersih

Padang, Rakyatterkini.com  – Delapan bulan berlalu sejak banjir menerjang kawasan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Kota Padang, namun sebagian warga masih menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih. Hingga kini, kebutuhan air masyarakat masih dipenuhi melalui bantuan distribusi dari pemerintah.

Sejumlah tangki penampungan terlihat berada di depan rumah warga sebagai tempat penyimpanan air yang dikirim oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang bersama Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar).

Kepala BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menyampaikan bahwa pihaknya bersama Damkar masih rutin menyalurkan air bersih ke sejumlah kawasan yang mengalami keterbatasan pasokan, seperti Kuranji, Korong Gadang, Pauh, hingga Lambung Bukit.

Menurut Hendri, kondisi tersebut terjadi karena sistem pengairan Gunuang Nago yang terdampak bencana belum sepenuhnya pulih. Saat ini air memang sudah kembali mengalir, tetapi perbaikannya masih bersifat sementara.

“Irigasi Gunuang Nago masih dalam tahap penanganan sementara. Air sudah mulai masuk, namun belum kembali normal secara permanen. Rencananya perbaikan permanen melalui pekerjaan kontraktual akan dilakukan pada 2027–2028,” kata Hendri.

Ia menjelaskan, air bersih yang disalurkan kepada warga berasal dari PDAM Indarung dan langsung dikirim menggunakan armada tangki ke lokasi yang membutuhkan. Warga yang persediaan airnya habis dapat menghubungi layanan Pusdalops BPBD untuk mendapatkan bantuan pengiriman.

“Distribusi air bersih sudah berjalan sejak November 2025 hingga sekarang. Bantuan akan terus diberikan selama perbaikan bendungan belum selesai secara permanen,” ujarnya.

Hendri menyebut, kondisi saat ini sudah lebih terkendali dibandingkan masa awal pascabencana. Saat itu, kebutuhan air bersih sangat tinggi sehingga warga di beberapa wilayah harus antre untuk memperoleh bantuan.

Salah seorang warga Lambung Bukit, Fandi Rahman (32), mengatakan gangguan air bersih mulai dirasakan sejak banjir melanda pada November lalu. Kerusakan jalur aliran sungai membuat sumur warga tidak lagi memiliki pasokan air yang cukup.

“Kalau air di tangki habis, kami cukup menghubungi BPBD melalui WhatsApp. Nanti warga didata lalu air dikirim. Untuk penggunaan sehari-hari, satu tangki biasanya cukup untuk kebutuhan satu hari,” katanya.

Fandi berharap pemerintah segera menyelesaikan perbaikan irigasi agar distribusi air kembali normal. Ia mengingat masa awal bencana, warga bahkan harus menunggu dua hingga tiga hari untuk mendapatkan suplai air bersih.

Hal serupa disampaikan Susi Susanti (46). Ia mengatakan kebutuhan air warga selama ini masih bergantung pada bantuan dari BPBD maupun Damkar. Namun, proses pengiriman terkadang membutuhkan waktu beberapa hari setelah permintaan diajukan.

“Kalau air habis, kami menghubungi BPBD lalu masuk daftar pengiriman. Kadang baru datang tiga sampai empat hari kemudian. Kami juga memahami karena banyak wilayah lain yang mengalami kondisi serupa,” tuturnya.

Susi mengaku belum mendapatkan informasi pasti terkait jadwal perbaikan permanen irigasi. Menurutnya, kondisi medan yang sulit, terutama kawasan tebing yang curam, menjadi salah satu kendala dalam proses perbaikan.

Sementara itu, warga lainnya, Evi (47), mengaku masih harus mengambil air dari sumur menggunakan becak untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. 

Untuk aktivitas seperti mencuci, ia terkadang memanfaatkan aliran sungai di sekitar Universitas Andalas atau meminta bantuan keluarga.

“Yang paling memprihatinkan adalah warga lanjut usia. Ada tetangga saya yang hanya tinggal berdua dan kesulitan mendapatkan air. Kadang saya menampung air hujan atau membantu mengambilkan air untuk mereka,” ungkap Evi.

Ia juga pernah menerima bantuan pinjaman tangki air dari BPBD, tetapi pengisian hanya dilakukan satu kali. Evi berharap pendistribusian air bersih dapat lebih merata, terutama bagi warga yang tinggal di daerah dengan akses air terbatas.

BPBD Kota Padang memastikan layanan distribusi air bersih tetap berjalan selama masyarakat masih mengalami kekurangan pasokan. 

Pemerintah daerah juga masih menunggu pelaksanaan pembangunan permanen Irigasi Gunuang Nago yang dijadwalkan mulai dilakukan pada 2027–2028.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update