Notification

×

Iklan

Bapanas Jamin Stok Pangan Nasional Tetap Aman

Rabu, 22 Juli 2026 | 04:22 WIB Last Updated 2026-07-21T21:22:00Z

Ilustrasi

Jakarta, Rakyatterkini.com – Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa potensi fenomena El Nino tidak akan mengancam ketahanan pangan nasional. 

Menurutnya, pemerintah telah melakukan berbagai langkah antisipasi sejak dini, termasuk memperkuat cadangan pangan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Amran menjelaskan, pemerintah bergerak berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto dengan menyiapkan strategi mitigasi sejak munculnya prediksi El Nino beberapa bulan lalu. Salah satu upaya utama yang dilakukan adalah meningkatkan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan produksi akibat cuaca ekstrem.

Ia meminta masyarakat tidak perlu khawatir menghadapi potensi El Nino. Menurutnya, keberhasilan Indonesia dalam meningkatkan produksi pangan menjadi modal penting untuk menjaga stabilitas pasokan nasional. 

Amran bahkan menyinggung prediksi sebelumnya mengenai kemunculan "El Nino Godzilla" yang diperkirakan terjadi pada April lalu, namun kenyataannya justru terjadi banjir sehingga dampak yang dikhawatirkan tidak muncul.

Berdasarkan data Badan Pangan Nasional, stok Cadangan Pangan Pemerintah berupa beras yang tersimpan di Perum Bulog mencapai sekitar 5,24 juta ton hingga 20 Juli 2026. Selain itu, Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) di tingkat provinsi tercatat sekitar 7,35 ribu ton hingga akhir Juni 2026, sedangkan di tingkat kabupaten/kota mencapai 13,15 ribu ton yang tersebar di 323 daerah.

Pemerintah juga memiliki cadangan komoditas pangan lainnya. Stok jagung pakan mencapai sekitar 176 ribu ton dan terus didistribusikan kepada peternak unggas melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan harga yang lebih terjangkau. 

Sementara itu, cadangan minyak goreng sekitar 1.000 kiloliter dikelola oleh Perum Bulog dan ID Food. Untuk gula konsumsi tersedia sekitar 2,79 ribu ton, sedangkan stok daging ayam yang dikelola ID Food mencapai 38 ton.

Untuk komoditas yang bersifat mudah rusak, seperti cabai, bawang merah, dan telur ayam ras, pemerintah optimistis kebutuhan masyarakat tetap dapat dipenuhi melalui hasil produksi dalam negeri. Keyakinan tersebut didukung oleh kondisi produksi yang dinilai masih berada di atas kebutuhan konsumsi sepanjang tahun.

Amran juga mengungkapkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perkembangan harga pangan masih relatif terkendali. 

Hingga pekan ketiga Juli 2026, hanya empat provinsi yang mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH), sedangkan 34 provinsi lainnya mencatat penurunan. Kondisi serupa juga terjadi di tingkat kabupaten dan kota, dengan 69 daerah mengalami kenaikan IPH dan 283 daerah lainnya mengalami penurunan.

Selain itu, ia menyebut Indonesia berhasil mencapai swasembada pangan dalam waktu satu tahun, lebih cepat dibanding target empat tahun yang sebelumnya ditetapkan Presiden Prabowo Subianto. 

Keberhasilan tersebut mencakup swasembada beras dan jagung yang dinilai menjadi tonggak penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Amran menambahkan, laporan terbaru Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) memproyeksikan produksi beras Indonesia akan terus meningkat sepanjang 2026. Berdasarkan proyeksi tersebut, produksi beras nasional diperkirakan mencapai sekitar 38 juta ton, sekaligus menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan produksi beras tertinggi di dunia.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update