Notification

×

Iklan

Agam Usulkan Normalisasi Sungai Batang Kumayo

Minggu, 12 Juli 2026 | 21:22 WIB Last Updated 2026-07-12T14:27:12Z

Warga mengungsi di rumah saudara saat banjir bandang 

Lubuk Basung, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mengajukan usulan normalisasi Sungai Batang Kumayo di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, kepada Balai Wilayah Sungai (BWS) V. 

Upaya tersebut dilakukan sebagai langkah mengurangi risiko banjir yang terus berulang akibat pendangkalan aliran sungai.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam, Rahmat Lasmono, didampingi Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Abdul Ghafur, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan BWS V terkait kondisi sungai yang dipenuhi endapan material. 

Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, pemerintah daerah diminta segera mengajukan normalisasi sungai untuk mencegah banjir bandang kembali terjadi.

Rahmat menjelaskan, Sungai Batang Kumayo kembali dipenuhi tumpukan batu dan material lain yang merupakan sisa banjir bandang pada akhir November lalu. Material tersebut sebelumnya telah dibersihkan, namun kembali menumpuk setelah hujan deras mengguyur kawasan itu pada Senin (6/7).

Akibatnya, aliran sungai tersumbat sehingga air meluap dan menggenangi kawasan permukiman di dua jorong. Menurut Rahmat, kondisi tersebut bukan kali pertama terjadi karena material di sekitar sungai masih labil dan mudah terbawa arus saat hujan berintensitas tinggi.

Banjir bandang yang terjadi pada Senin (6/7) memaksa sekitar 80 warga di Jorong Labuah dan Jorong Kubu, Nagari Sungai Batang, mengungsi ke rumah kerabat maupun warga sekitar.

Di Jorong Labuah, dua rumah terendam banjir dengan ketinggian air sekitar 50 sentimeter sehingga sebanyak 50 warga harus meninggalkan rumah untuk sementara waktu. Sementara di Jorong Kubu, dua rumah lainnya juga terdampak dengan tinggi genangan yang sama dan menyebabkan 30 warga mengungsi.

Selain merendam rumah, banjir juga menutup ruas jalan sepanjang kurang lebih delapan meter dengan ketinggian air mencapai 60 sentimeter. Kondisi tersebut sempat menghambat arus lalu lintas dan aktivitas masyarakat.

Rahmat memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun saat banjir terjadi, pasokan listrik sempat terputus dan jaringan telepon seluler mengalami gangguan.

Saat ini kondisi di lokasi telah berangsur normal. Air sudah surut dan seluruh warga yang sebelumnya mengungsi telah kembali ke rumah masing-masing.

BPBD Agam menyebut tingginya curah hujan menjadi pemicu utama banjir bandang. Situasi diperparah oleh pendangkalan Sungai Batang Kumayo akibat endapan material banjir yang terus menumpuk sejak akhir 2025, sehingga kapasitas sungai berkurang dan air lebih mudah meluap ketika hujan deras. (da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update