Jakarta, Rakyatterkini.com – Gunung Semeru yang berada di wilayah Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Minggu (12/7/2026) sore. Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), letusan terjadi sekitar pukul 16.39 WIB dengan kolom abu mencapai sekitar 800 meter di atas puncak gunung.
PVMBG menyebutkan, kolom abu yang dihasilkan tampak berwarna putih hingga kelabu dengan arah sebaran menuju timur laut dan timur. Aktivitas erupsi tersebut juga terekam melalui alat seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan berlangsung selama sekitar 130 detik.
Hingga saat ini, status Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara, khususnya di sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak sebagai pusat erupsi.
Selain itu, warga juga diminta menghindari area dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan di luar zona tersebut. Langkah ini dilakukan karena adanya potensi perluasan awan panas dan aliran lahar yang dapat menjangkau hingga sekitar 17 kilometer dari puncak gunung.
PVMBG juga mengingatkan masyarakat agar tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Semeru mengingat kawasan tersebut berisiko terdampak lontaran material pijar.
Masyarakat yang berada di sekitar lereng Semeru diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya awan panas, guguran lava, maupun banjir lahar yang dapat mengalir melalui sungai-sungai berhulu di puncak gunung, terutama di kawasan Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak-anak sungai yang terhubung dengan Besuk Kobokan.(da*)


