Agam, Rakyatterkini.com - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menyiapkan anggaran sebesar Rp1,6 miliar untuk memperkuat upaya mitigasi bencana melalui penyediaan cadangan pangan berupa 120 ton beras. Cadangan tersebut akan dimanfaatkan untuk membantu masyarakat saat terjadi bencana alam maupun kondisi darurat pangan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Agam, Rosva Deswira, menjelaskan bahwa anggaran tersebut berasal dari dana Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2026. Dari total anggaran yang tersedia, sebagian besar akan digunakan untuk pengadaan beras, sementara sisanya dialokasikan untuk kebutuhan pendukung lainnya.
Rosva mengatakan, seluruh cadangan beras nantinya disimpan di Perum Bulog sehingga dapat segera disalurkan apabila terjadi bencana atau kelangkaan bahan pangan di wilayah Kabupaten Agam.
Pengadaan 120 ton beras tersebut mengacu pada Peraturan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Nomor 3 Tahun 2025 yang mengubah Peraturan Nomor 15 Tahun 2023 tentang tata cara perhitungan cadangan beras pemerintah daerah.
Berdasarkan aturan tersebut, Kabupaten Agam diwajibkan memiliki sedikitnya 112 ton cadangan beras sesuai jumlah penduduk. Karena itu, pemerintah daerah memutuskan menyediakan cadangan sebanyak 120 ton.
Meski anggaran telah disiapkan, proses pengadaan belum dapat dimulai karena pemerintah daerah masih menunggu penetapan harga beras per kilogram dari Bapanas. Setelah harga resmi ditetapkan, proses pembelian akan segera dilaksanakan.
Saat ini, stok cadangan beras milik Pemerintah Kabupaten Agam yang tersimpan di Perum Bulog tinggal sekitar 800 kilogram dari total 22 ton sebelumnya.
Sebagian besar cadangan telah digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi yang melanda daerah tersebut pada akhir November 2025.
Melihat kondisi stok yang semakin menipis, Pemerintah Kabupaten Agam berencana mengajukan permohonan tambahan cadangan beras kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat apabila kembali terjadi bencana. Langkah ini dilakukan agar kebutuhan pangan masyarakat tetap dapat terpenuhi selama masa tanggap darurat.(da*)


