Padang, Rakyatterkini.com - Sekitar delapan bulan sejak dinyatakan hilang, keberadaan Ryan Alghifary, mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Universitas Andalas (Unand) angkatan 2022, hingga kini masih belum diketahui. Keluarga bersama pihak kampus terus melakukan berbagai upaya untuk menemukan Ryan dan berharap ia dapat segera kembali dengan selamat.
Ryan dilaporkan meninggalkan rumah pada dini hari, 17 November 2025. Kepergiannya baru diketahui sang ibu menjelang waktu subuh saat hendak menyiapkan kebutuhan sekolah adik-adiknya.
Berdasarkan keterangan keluarga, Ryan pergi tanpa membawa barang-barang pribadinya. Telepon seluler, laptop, dompet yang berisi kartu identitas, kartu ATM, hingga kartu mahasiswa masih tertinggal di rumah. Saat meninggalkan kediamannya, ia hanya mengenakan kaus, celana jeans, dan sandal jepit.
Sejak saat itu, keluarga telah melakukan pencarian ke berbagai lokasi, termasuk mendatangi rumah teman-teman Ryan, serta melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak kepolisian.
Beragam upaya juga telah ditempuh untuk mengungkap keberadaan Ryan. Salah satunya adalah pencocokan DNA dengan sejumlah jenazah yang ditemukan setelah bencana galodo atau banjir bandang di Sumatera Barat. Namun, hingga kini seluruh upaya tersebut belum membuahkan hasil.
Universitas Andalas turut mendampingi keluarga sejak awal proses pencarian. Bersama aparat kepolisian, kampus membantu menelusuri berbagai informasi yang berpotensi menjadi petunjuk, termasuk memeriksa perangkat elektronik milik Ryan. Namun, penyelidikan tersebut belum menemukan jejak yang mengarah pada keberadaannya.
Sekretaris Unand, Dr. Aidinil Zetra, menegaskan kampus akan terus memberikan pendampingan kepada keluarga dan menjalin koordinasi dengan pihak terkait.
"Kami akan terus mendukung proses pencarian dan berkoordinasi dengan aparat keamanan maupun kepolisian. Kami juga mengajak masyarakat yang memiliki informasi mengenai Ryan agar segera menyampaikannya kepada keluarga, kepolisian, atau Universitas Andalas. Seluruh sivitas akademika terus mendoakan agar Ryan dapat ditemukan dalam keadaan sehat," ujar Aidinil saat mengunjungi rumah keluarga Ryan, Senin (13/7/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Aidinil didampingi Kepala Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik Unand, Dr. Hary Efendi, M.A.
Selain fokus membantu pencarian, Unand juga memastikan hak akademik Ryan tetap menjadi perhatian. Kampus berencana memberikan kebijakan khusus terkait masa studinya mengingat kondisi yang dihadapi Ryan merupakan situasi luar biasa.
Di lingkungan kampus, Ryan dikenal sebagai mahasiswa yang pendiam, tetapi memiliki prestasi akademik yang baik. Ia pernah memperoleh penghargaan atas kontribusinya dalam pengembangan sistem informasi. Menurut pihak keluarga, mereka baru mengetahui pencapaian tersebut setelah mendapat penjelasan dari para dosen.
Meski demikian, bagi orang tua Ryan, prestasi akademik bukan lagi hal yang utama. Harapan terbesar mereka saat ini adalah dapat bertemu kembali dengan putra mereka dalam keadaan selamat.
Universitas Andalas kembali mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi sekecil apa pun mengenai keberadaan Ryan Alghifary agar segera melaporkannya kepada keluarga atau kepolisian. Kampus bersama seluruh sivitas akademika juga terus memanjatkan doa agar Ryan segera ditemukan, dapat berkumpul kembali dengan keluarganya, serta melanjutkan pendidikannya.(da*)


