Notification

×

Iklan

Teddy Tanggapi Kritik Dino soal Kunjungan Luar Negeri Prabowo

Selasa, 02 Juni 2026 | 20:45 WIB Last Updated 2026-06-02T13:45:00Z

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya

Jakarta, Rakyatterkini.com – Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, memberikan respons atas sejumlah masukan yang disampaikan mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal. Pernyataan tersebut disampaikan Teddy melalui video yang diunggah di akun Instagram @sekretariat.kabinet pada Senin (1/6/2026).

Dalam penjelasannya, Teddy menyebut bahwa apabila terdapat kelebihan biaya dalam kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto, maka biaya tersebut ditanggung secara pribadi oleh Presiden.

Sebelumnya, Dino Patti Djalal mengemukakan lima poin saran terkait agenda perjalanan luar negeri Presiden melalui video yang diunggah pada Sabtu (30/5/2026). Ia mengusulkan agar frekuensi kunjungan ke luar negeri dikurangi secara signifikan.

Menurut Dino, sejak menjabat, Presiden Prabowo termasuk kepala negara yang cukup sering melakukan kunjungan ke luar negeri. Ia menilai biaya satu kali perjalanan sangat besar, bisa mencapai puluhan hingga ratusan miliar rupiah. Biaya tersebut mencakup berbagai kebutuhan seperti tim pendahulu, transportasi udara, akomodasi, logistik, konsumsi, protokoler, hingga pengamanan.

Dino juga menyarankan agar Presiden lebih memanfaatkan komunikasi virtual dengan para pemimpin dunia. Jika kunjungan tetap diperlukan, ia menekankan pentingnya keterbukaan kepada publik, termasuk mengumumkan rencana perjalanan dan negara tujuan setidaknya satu bulan sebelum keberangkatan.

Selain itu, ia mengusulkan agar pertemuan dengan kepala negara lain dilakukan saat forum internasional guna menghemat anggaran. Ia juga mendorong agar Indonesia lebih sering menjadi tuan rumah bagi tamu negara dalam beberapa tahun ke depan, serta menyerahkan misi diplomatik tertentu kepada Menteri Luar Negeri.

Menanggapi hal tersebut, Teddy menjelaskan bahwa jumlah rombongan dalam kunjungan luar negeri kini telah dikurangi secara signifikan. Jika sebelumnya bisa mencapai 120 orang, saat ini hanya sekitar 50 hingga maksimal 60 orang.

Terkait transparansi, Teddy menyebut bahwa agenda kunjungan luar negeri sebenarnya telah direncanakan jauh hari, bahkan hingga satu tahun sebelumnya. Meski demikian, tetap ada jadwal mendesak yang disesuaikan dengan kebutuhan negara.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo merupakan bagian dari upaya memperkuat hubungan internasional. Hal ini dinilai penting mengingat situasi global yang sedang tidak stabil, sehingga Indonesia perlu membangun kerja sama yang baik dengan berbagai negara sejak sekarang.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update