Jakarta, Rakyatterkini.com – Peristiwa kekerasan dalam rumah tangga yang berujung maut menghebohkan warga Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Seorang pria berinisial IS (28) tega menganiaya istrinya hingga meninggal dunia.
Pelaku berhasil diamankan oleh Tim Buser 77 Polresta Kendari tanpa perlawanan di kawasan Perumahan Griya Resky Ambaipua Permai, Kecamatan Ranomeeto, pada Minggu (31/5/2026) sekitar pukul 11.30 WITA.
Setelah penangkapan dilakukan, pihak kepolisian langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di kediaman pasangan suami istri tersebut.
Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, membenarkan adanya kasus tersebut. Ia menjelaskan bahwa dugaan sementara, aksi kekerasan dipicu oleh rasa cemburu pelaku yang menuduh korban berselingkuh.
“Motif sementara diduga karena kecemburuan yang berlebihan dari pelaku terhadap istrinya,” ujarnya pada Selasa (2/6/2026).
Dari hasil penyelidikan di lokasi, diketahui korban berinisial AS (24) mengalami penganiayaan brutal hingga kehilangan nyawa. Polisi juga menemukan banyak bercak darah di dalam rumah, termasuk di bagian dinding.
Fakta menyedihkan turut terungkap. Sebelum meninggal, korban sempat menangis dan memohon agar pelaku menghentikan tindakan kekerasan tersebut karena tidak lagi sanggup menahan rasa sakit. Namun, permintaan itu tidak dihiraukan hingga korban akhirnya meninggal dunia.
Setelah kejadian, pelaku sempat berusaha membangunkan korban yang tergeletak di ruang tengah. Ketika menyadari istrinya sudah tidak bernyawa, ia panik. Pelaku kemudian membersihkan tubuh korban dari darah, merapikan rambutnya, bahkan memeluk jasad tersebut seolah berharap korban hidup kembali.
Menyadari kondisi tersebut tidak mungkin berubah, pelaku kemudian meninggalkan rumah dalam keadaan terkunci dan melarikan diri.
Jasad korban pertama kali ditemukan oleh warga pada Sabtu (30/5/2026) sekitar pukul 23.00 WITA. Saat ditemukan, kondisi korban cukup mengenaskan dengan luka lebam di area wajah dan lengan.
Mendapat laporan dari masyarakat, pihak kepolisian segera menuju lokasi untuk melakukan identifikasi awal. Jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kendari guna dilakukan visum.
Selain menangkap pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi, di antaranya pakaian korban yang berlumuran darah.
Saat ini, pelaku telah ditahan di Mapolresta Kendari dan tengah menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga berencana melakukan pemeriksaan psikologis untuk mendalami kondisi kejiwaan pelaku, selain proses penyidikan terkait dugaan penganiayaan berat dan pembunuhan.(da*)


