Notification

×

Iklan

Sumbar Dorong Penguatan Inovasi Daerah Lewat Bimtek IID

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:43 WIB Last Updated 2026-06-10T20:48:54Z

Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah

Padang, Rakyatterkini.com – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penginputan Data Pengukuran Indeks Inovasi Daerah (IID) yang diikuti oleh perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumbar serta pemerintah kabupaten/kota se-Sumbar.

Kegiatan tersebut digelar di Auditorium Gubernuran Sumbar pada Rabu (10/6/2026). Dalam sambutannya, Mahyeldi menekankan bahwa inovasi daerah menjadi elemen penting dalam meningkatkan kinerja pemerintahan sekaligus memperbaiki kualitas layanan publik demi kesejahteraan masyarakat. Ia menegaskan bahwa budaya inovasi harus terus dikembangkan di seluruh perangkat daerah.

Menurutnya, tujuan utama inovasi daerah adalah meningkatkan efektivitas kinerja pemerintah. Oleh karena itu, seluruh OPD diminta untuk terus menghadirkan terobosan baru agar pelayanan publik di Sumatera Barat semakin baik dan optimal.

Ia juga menjelaskan bahwa sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, inovasi daerah merupakan pembaruan dalam penyelenggaraan pemerintahan yang mencakup inovasi tata kelola, pelayanan publik, hingga berbagai bentuk inovasi lain yang berkaitan dengan urusan pemerintahan daerah.

Mahyeldi menambahkan bahwa Indeks Inovasi Daerah memiliki peran strategis karena menjadi bagian dari penilaian Indeks Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, bahkan turut memengaruhi penentuan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi ASN.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi atas capaian Sumbar yang berhasil mempertahankan predikat sebagai Provinsi Sangat Inovatif selama delapan tahun berturut-turut sejak 2018 hingga 2025. Pada 2024, Sumbar bahkan berhasil meraih peringkat pertama secara nasional, dan pada 2025 berada di posisi kedua dari 38 provinsi di Indonesia.

“Pencapaian ini merupakan hasil kerja bersama, komitmen pimpinan daerah, serta kolaborasi seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem inovasi,” ungkapnya.

Selain itu, pada tahun 2025 Sumbar juga kembali meraih predikat Pemerintah Provinsi Terinovatif dengan menempati peringkat ketiga nasional dalam ajang Innovative Government Award (IGA), serta peringkat kedua nasional dalam penilaian Indeks Inovasi Daerah dengan kategori Sangat Inovatif.

Sepanjang 2025, Pemerintah Provinsi Sumbar telah memasukkan 487 inovasi ke dalam sistem IID, yang terdiri dari 84 inovasi tata kelola pemerintahan, 297 inovasi pelayanan publik, dan 106 inovasi lainnya. Dari jumlah tersebut, 208 inovasi telah diajukan ke Kementerian Dalam Negeri untuk proses penilaian lebih lanjut.

Di sisi lain, Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Sumbar juga berhasil meraih penghargaan nasional kategori INAGARA dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dalam penguatan ekosistem inovasi administrasi pemerintahan.

Gubernur juga menilai bahwa kabupaten dan kota di Sumbar menunjukkan perkembangan positif karena seluruh daerah telah berada pada kategori Inovatif hingga Sangat Inovatif. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa peningkatan kualitas inovasi dan pelaporan tetap harus terus dilakukan agar lebih banyak daerah mampu bersaing di tingkat nasional.

Ia turut menginstruksikan seluruh perangkat daerah agar memenuhi ketentuan penilaian Innovative Government Award (IGA), termasuk memastikan adanya inovasi pada minimal lima dari enam urusan pelayanan dasar. 

Selain itu, setiap pejabat eselon III diwajibkan menghasilkan setidaknya satu inovasi yang menjadi bagian dari perjanjian kinerja dan indikator penilaian perangkat daerah.

Pada kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Kinerja Pelaksanaan Inovasi Daerah Tahun 2026. Gubernur mengajak seluruh pemerintah kabupaten dan kota se-Sumbar untuk mendukung suksesnya pelaksanaan IGA 2026 yang akan digelar di Sumatera Barat, sebagai ajang untuk menampilkan inovasi, potensi daerah, budaya, serta capaian pembangunan kepada daerah lain di Indonesia.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update