![]() |
| Bupati Solok Selatan, Khairunas, audiensi dengan Kakanwil Kementerian Agama Sumatera Barat. |
Padang Aro, Rakyatterkini.com - Menciptakan keadilan pendidikan di Solok Selatan, pemerintah kabupaten berencana memberikan sekolah gratis untuk Madrasah Aliyah Negeri (MAN).
Ini merupakan kelanjutan fasilitas biaya sekolah gratis hingga tingkat SMA dan SMK yang telah dilakukan mulai 2026 ini.
Rencana ini disampaikan Bupati Solok Selatan, Khairunas dalam audiensi dengan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Barat di Padang. Pertemuan ini dihadiri oleh Kepala Kanwil Kemenag Sumatera Barat Mustafa dan Kepala Kantor Kemenag Solok Selatan Fitriyoni.
"Kami melakukan audiensi bersama Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat untuk membahas berbagai peluang kolaborasi dalam peningkatan kualitas pendidikan di Solok Selatan, termasuk wacana program sekolah gratis yang diharapkan dapat memperluas akses pendidikan bagi seluruh masyarakat," kata Khairunas, Rabu (10/6/2026).
Langkah ini menjadi bagian dari program unggulan pemerintah kabupaten untuk menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas, merata, dan terjangkau bagi seluruh anak-anak Solok Selatan.
Rencana sekolah gratis ini direncanakan menggunakan skema cost sharing 50:50 atau 60:40 antara pemerintah kabupaten dan Kementerian Agama. Skema ini pun juga digunakan untuk pembiayaan SMA dan SMK bersama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
Meski begitu, Kepala Dinas Pendidikan Solok Selatan Hamudis mengatakan rencana ini masih akan memerlukan proses pembahasan lebih lanjut.
"Rencananya pembahasan ini akan dibawa ke tingkat Kementerian Agama dan juga DPR terkait dengan penyediaan anggarannya," terang Hamudis.
Perlu diketahui, saat ini terdapat dua MAN di Solok Selatan, yakni MAN 1 yang berlokasi di Kecamatan Sungai Pagu dan MAN di Kecamatan Sangir.
Kedua sekolah ini memiliki total siswa 714 orang, rinciannya 443 orang siswa MAN 1 dan 271 orang siswa MAN 2. Saat ini kedua sekolah mengenakan SPP sebesar Rp75 ribu di MAN 1 dan Rp65 ribu di MAN 2.
Selain itu juga memungut uang pembangunan untuk siswanya dengan nilai berkisar Rp300 ribu-Rp 700 ribu per tahun. (alwis)


