Notification

×

Iklan

Semeru Erupsi 18 Kali dalam 6 Jam

Jumat, 12 Juni 2026 | 00:45 WIB Last Updated 2026-06-11T21:30:58Z

Gunung Semeru meletus 18 kali dalam enam jam 

Jakarta, Rakyatterkini.com – Gunung Semeru tercatat mengalami 18 kali erupsi dalam kurun waktu enam jam pada Kamis (11/6/2026). Aktivitas vulkanik gunung setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut tersebut menunjukkan adanya peningkatan berdasarkan laporan berkala dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Dalam periode pengamatan pukul 06.00 hingga 12.00 WIB, tercatat 18 kali letusan dengan tinggi kolom abu yang bervariasi, mulai dari sekitar 200 meter hingga mencapai 1 kilometer di atas puncak. Asap abu yang keluar terpantau berwarna putih hingga kelabu dengan tingkat intensitas sedang.

Selain erupsi, petugas juga mencatat adanya hembusan asap dari kawah yang berwarna putih dan kelabu dengan ketinggian sekitar 100 sampai 300 meter dari puncak gunung. Aktivitas guguran material vulkanik juga terpantau dengan jarak luncur sekitar 600 meter ke arah tenggara.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lumajang, Yudhi, membenarkan adanya peningkatan aktivitas tersebut. Namun ia menegaskan bahwa kondisi Gunung Semeru saat ini masih berada dalam kategori normal.

“Memang ada letusan, tetapi tinggi kolom erupsinya sekitar 500 sampai 600 meter,” ujar Yudhi, Kamis (11/6/2026).

Ia menambahkan bahwa aktivitas erupsi seperti itu merupakan hal yang umum terjadi di Gunung Semeru. Menurutnya, kondisi tersebut masih tergolong wajar sesuai karakteristik gunung tersebut.

“Karakteristik Semeru memang seperti itu dan hampir setiap hari terjadi aktivitas,” katanya.

Meski masih dalam kondisi terkendali, BPBD Lumajang tetap menyiagakan petugas di kawasan lereng gunung. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi jika terjadi peningkatan aktivitas vulkanik.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk selalu waspada, terutama mereka yang beraktivitas di sekitar aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru. Potensi bahaya material vulkanik serta lahar dingin perlu diantisipasi, terutama saat terjadi hujan di wilayah puncak.

Warga diminta untuk mengikuti arahan petugas dan menghindari area yang berpotensi membahayakan. Hingga saat ini, aktivitas Gunung Semeru masih terus dipantau secara intensif oleh pihak berwenang guna memastikan keselamatan masyarakat di sekitarnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update