Notification

×

Iklan

Semen Padang Perluas Bisnis Nonsemen dan Produk Turunan

Kamis, 11 Juni 2026 | 20:55 WIB Last Updated 2026-06-11T13:55:00Z

Proses pemuatan angkutan di fasilitas Bisnis Non Semen 

Padang, Rakyatterkini.com – PT Semen Padang terus memperkuat strategi bisnisnya dengan memperluas lini usaha di luar sektor semen. Langkah ini dilakukan melalui pengembangan bisnis nonsemen serta produk turunannya, yang dinilai penting untuk menciptakan sumber pendapatan baru sekaligus menjaga ketahanan perusahaan di tengah persaingan industri semen nasional yang semakin ketat.

Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, menyampaikan bahwa penguatan unit bisnis nonsemen merupakan bagian dari transformasi besar perusahaan. Strategi ini bertujuan mengoptimalkan aset, keahlian, serta sumber daya yang dimiliki agar mampu memberikan nilai tambah berkelanjutan.

Menurutnya, ketergantungan pada bisnis inti saja tidak lagi cukup di tengah dinamika industri yang terus berubah.

“Persaingan di industri semen semakin ketat, sehingga perusahaan tidak bisa hanya bergantung pada satu lini usaha. Karena itu, PT Semen Padang terus mengembangkan berbagai bisnis nonsemen yang memiliki prospek menjanjikan, baik sebagai sumber pendapatan tambahan maupun untuk memperkuat daya tahan perusahaan,” ujarnya di Padang, Rabu (10/6/2026).

Fabrikasi Industri Jadi Motor Pertumbuhan

Kepala Departemen Bisnis Nonsemen dan Produk Turunan (BNSPT) PT Semen Padang, Ridwan Muchtar, menjelaskan bahwa jasa fabrikasi industri kini menjadi salah satu sektor yang berkembang paling pesat.

Awalnya, layanan ini hanya ditujukan untuk kebutuhan pabrik di bawah naungan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Namun, saat ini jangkauan bisnisnya telah meluas ke berbagai industri besar di luar ekosistem perusahaan.

“Tidak hanya untuk kebutuhan pabrik semen di lingkungan SIG, layanan fabrikasi kami juga telah digunakan oleh industri besar lainnya. Tahun ini kami turut mendukung beberapa pabrik pulp dan kertas di Indonesia,” jelasnya.

Sepanjang 2026, unit BNSPT terlibat dalam proyek pemeliharaan mekanikal serta fabrikasi komponen di PT Riau Andalan Pulp and Paper dan PT Indah Kiat Pulp & Paper. Selain itu, perusahaan juga tengah menjajaki peluang kerja sama dengan PT Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry serta PT Tanjung Enim Lestari Pulp and Paper.

Beberapa peralatan yang ditangani meliputi debarking drum, screw reclaimer, hingga kiln. Menurut Ridwan, proyek di RAPP sendiri sudah berjalan sejak 2023 dan masih berlanjut hingga sekarang.

Ia menegaskan bahwa meningkatnya kepercayaan dari industri di luar sektor semen menjadi bukti kualitas dan daya saing layanan fabrikasi BNSPT di tingkat nasional.

Produk Nonsemen dan Ekspansi Pasar

Selain jasa fabrikasi, PT Semen Padang juga agresif mengembangkan produk material nonsemen. Salah satu produk yang kini banyak digunakan adalah batu split yang telah memasok berbagai proyek infrastruktur di Sumatera Barat, termasuk Flyover Sitinjau Lauik dan batching plant beton.

Di sektor pertanian, produk binder clay juga memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan perusahaan. Material ini digunakan sebagai bahan baku pupuk NPK dan kembali dipercaya oleh PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) dengan kontrak pasokan sebesar 7.500 ton hingga Juli 2026. Kontrak ini melanjutkan kerja sama tahun sebelumnya yang mencapai 8.400 ton.

“Keberlanjutan kerja sama ini menunjukkan bahwa kualitas produk kami mampu memenuhi kebutuhan industri pupuk nasional,” kata Ridwan.

Pengembangan Produk Baru dan Inovasi

Ke depan, BNSPT juga tengah mengembangkan produk kalsium karbonat yang berfungsi menetralkan pH tanah untuk perkebunan sawit dan tambak udang. Selain itu, dikembangkan pula biji kalsium sebagai bahan baku pakan ternak.

Untuk memperluas pasar, PT Semen Padang telah menjalin komunikasi dengan sejumlah perusahaan besar seperti PT Charoen Pokphand Indonesia dan PT Japfa Comfeed Indonesia.

Lonjakan Permintaan Sepablock

Produk inovatif Semen Padang Bata Interlock (Sepablock) juga mencatat pertumbuhan permintaan yang signifikan. Material bangunan ini dinilai lebih cepat dibangun, efisien, dan ramah lingkungan.

Data internal menunjukkan peningkatan penggunaan Sepablock: 83 unit rumah pada 2024, naik menjadi 103 unit pada 2025, dan dalam lima bulan pertama 2026 sudah mencapai 120 unit rumah.

Sebagian besar permintaan berasal dari pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatera Barat, termasuk proyek yang didukung oleh berbagai lembaga seperti BNPB serta program pemerintah dan swasta lainnya.

Untuk memenuhi lonjakan permintaan tersebut, perusahaan meningkatkan kapasitas produksi sejak Februari 2026 agar mampu memenuhi kebutuhan hingga 120 unit rumah tipe 36 per bulan.

“Optimalisasi ini dilakukan agar kebutuhan pasar dapat terpenuhi sekaligus mendukung program pembangunan hunian tetap di Sumatera Barat,” tutupnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update