Notification

×

Iklan

Semen Padang FC Degradasi, Suporter Soroti Manajemen

Jumat, 12 Juni 2026 | 14:17 WIB Last Updated 2026-06-12T07:17:00Z

Suporter Semen Padang bersorak usai pemain Semen Padang mencetak gol

Padang, Rakyatterkini.com – Turunnya Semen Padang FC ke Liga 2 meninggalkan rasa kecewa yang mendalam bagi para pendukung setianya. Klub berjuluk Kabau Sirah tersebut gagal bertahan di Liga 1, yang dinilai bukan hanya karena masalah teknis di lapangan, tetapi juga dipengaruhi oleh persoalan keuangan serta kurangnya komunikasi dari pihak manajemen sejak awal musim.

Ketua Umum Spartacks, Bonar, menilai tanda-tanda keterpurukan sebenarnya sudah terlihat sejak proses perekrutan pemain. Keterbatasan anggaran membuat komposisi skuad tidak ideal sehingga sulit bersaing di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia tersebut.

“Dari awal sebenarnya sudah terlihat ada masalah. Pemilihan pemain kurang tepat, ditambah keterbatasan dana, akhirnya hanya mendapatkan pemain seadanya,” ujar Bonar dalam sebuah siniar Sepakata di kanal YouTube Classy Media, Kamis (11/6/2026).

Ia juga menyoroti minimnya komunikasi antara manajemen klub dan kelompok suporter. Padahal, pada musim-musim sebelumnya, suporter kerap dilibatkan dalam diskusi non-teknis untuk membangun semangat dan kedekatan emosional dengan tim.

“Kami tidak diajak berdiskusi oleh manajemen. Baru dilibatkan ketika kondisi tim sudah sangat kritis,” tambahnya.

Saat ini, Semen Padang FC mulai menata ulang struktur organisasi untuk menghadapi Liga 2. Posisi CEO dipercayakan kepada Amar, sosok muda yang merupakan putra Presiden Klub Andre Rosiade. Sementara itu, kursi pelatih kepala kembali diisi oleh Nil Maizar, pelatih senior yang memiliki sejarah panjang bersama klub tersebut.

Perubahan ini disambut positif oleh suporter, yang berharap kehadiran generasi muda di jajaran manajemen bisa membawa inovasi serta perbaikan dalam pengelolaan klub.

“Kami berharap CEO yang baru bisa lebih kreatif dan punya semangat besar untuk membawa perubahan,” kata Bonar.

Terkait penunjukan pelatih, suporter tetap memberikan dukungan kepada Nil Maizar, meski mengingatkan agar proses perekrutan pemain ke depan dilakukan lebih selektif agar kesalahan sebelumnya tidak terulang.

“Coach Nil kami percaya karena beliau orang daerah dan memahami klub ini. Tapi evaluasi tetap diperlukan, terutama dalam pemilihan pemain,” jelasnya.

Selain itu, Spartacks juga menyoroti hilangnya karakter permainan khas Semen Padang FC yang selama ini dikenal penuh semangat dan pantang menyerah. Mereka berharap kombinasi manajemen baru dan kembalinya figur lama bisa menghidupkan kembali identitas tim.

“Tim ini seperti kehilangan jiwa. Tidak terlihat lagi Semen Padang yang dulu dengan semangat juangnya,” ungkap Bonar.

Menatap Liga 2 musim depan, para suporter menegaskan akan terus memberikan dukungan penuh agar Semen Padang FC bisa segera kembali ke Liga 1. Mereka juga menilai klub ini sebagai bagian dari kebanggaan daerah yang harus diperjuangkan bersama.

“Jangan anggap ini klub tanpa sejarah. Saatnya bangkit kembali,” pungkasnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update