Padang, Rakyatterkini.com– Pemerintah Kota Padang terus berupaya menarik minat investor guna memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) terkait rencana investasi dan pembangunan Kawasan Wisata Terpadu Padang Sarai. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang pada Kamis (11/6/2026).
Penandatanganan kesepakatan tersebut disaksikan langsung oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, dan turut dihadiri sejumlah pejabat serta pihak terkait.
Di antaranya Kepala DPMPTSP Kota Padang Fauzan Ibnovi, Kepala Dinas PUPR Kota Padang Malvi Hendri, Kepala DPMPTSP Provinsi Sumatera Barat Luhur Budianda yang hadir mewakili gubernur, serta para investor.
Adapun pihak yang menandatangani kerja sama ini meliputi pemilik lahan Fauzi Bahar bersama Direktur PT Tasake Indo Service (DAP 69) Dede Mulyana, Direktur PT Nusa Indah Permata Muhammad Yunus, dan Direktur PT Win Sekawan Utama Syafri.
Dalam sambutannya, Fadly Amran menegaskan bahwa Pemerintah Kota Padang berkomitmen memberikan ruang seluas-luasnya bagi investor dengan berbagai kemudahan yang disesuaikan dengan aturan yang berlaku. Ia menilai investasi memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), menekan angka pengangguran, serta membuka peluang kerja bagi masyarakat.
Ia juga mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025, realisasi investasi di Kota Padang, baik dari penanaman modal dalam negeri maupun luar negeri, mencapai sekitar Rp4,5 triliun. Sektor perhotelan dan restoran menjadi salah satu kontributor terbesar dalam capaian tersebut.
Selain itu, Pemerintah Kota Padang saat ini tengah mempersiapkan diri untuk meraih predikat Kota Gastronomi melalui nominasi Kota Kreatif UNESCO. Harapannya, status tersebut mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, baik dari dalam negeri maupun mancanegara.
Fadly Amran menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan kawasan wisata terpadu di Padang Sarai dan berharap proyek tersebut segera memasuki tahap pembangunan awal. Ia juga memastikan pemerintah daerah akan memfasilitasi kebutuhan investasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Direktur PT Tasake Indo Service, Dede Mulyana, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh Pemerintah Kota Padang. Ia berharap rencana pembangunan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dede juga menambahkan bahwa pihaknya saat ini tengah mengembangkan proyek serupa di Tasikmalaya, yang mencakup berbagai fasilitas seperti rumah sakit dan kawasan perkantoran.
Di sisi lain, pemilik lahan Fauzi Bahar mengungkapkan bahwa total nilai investasi dalam proyek ini diperkirakan mencapai Rp2,2 triliun. Ia menjelaskan bahwa kawasan wisata terpadu di Padang Sarai nantinya akan dilengkapi dengan tiga hotel, lapangan golf, serta fasilitas pendukung lainnya.
Ia pun berharap adanya dukungan dari pemerintah daerah, terutama dalam hal kemudahan perizinan dan penyediaan infrastruktur.
Dengan adanya kerja sama ini, pembangunan Kawasan Wisata Terpadu Padang Sarai diharapkan dapat segera terealisasi dan memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata sekaligus perekonomian masyarakat Kota Padang.(da*)


