Pariaman, Rakyatterkini.com – Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Alam Sumatera turun langsung ke lapangan untuk melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap berbagai infrastruktur yang terdampak bencana di Kota Pariaman.
Selain memantau kondisi kerusakan, tim juga memastikan bahwa penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak telah berjalan tepat sasaran serta tersalurkan secara menyeluruh.
“Kami ingin memastikan infrastruktur mana saja yang belum tertangani, terutama yang sudah dilaporkan dalam Rencana Induk Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (Renduk PRRP) oleh Pemko Pariaman kepada pemerintah pusat,” ujar Wakil II Pos Komando Satgas PRR, Kolonel Inf Tamimi Hendra Kesuma, saat peninjauan lapangan, Kamis (11/6/2026).
Kegiatan supervisi tersebut juga melibatkan tim dari Satgas PRR Pascabencana Alam Sumatera, di antaranya Analis Kebencanaan Ahli Madya BNPB Gatot Satria Wijaya dari Kedeputian Penanganan Darurat, serta anggota Pos Komando Data Sertu Tri Wahyu Hadiyanto. Turut hadir pula personel Kodim 0308 Pariaman dan sejumlah kepala OPD Pemko Pariaman.
Dalam kunjungan tersebut, tim meninjau beberapa titik, seperti lokasi rumah relokasi percontohan berbasis Sepablock di Desa Sintuak, Kecamatan Pariaman Utara, serta rumah-rumah warga yang terdampak bencana di Desa Punggung Ladiang, kecamatan yang sama.
“Alhamdulillah, sudah ada warga yang mulai membangun kembali rumahnya menggunakan Sepablock. Ini bisa menjadi contoh untuk program relokasi ke depan, terutama bagi rumah yang sudah tidak layak huni,” jelasnya.
Selain permukiman warga, tim juga mengecek kondisi fasilitas pendidikan, termasuk SDN 01 Desa Balai Naras dan SMPN 7 Pariaman di Desa Manggung. Dari hasil peninjauan, SMPN 7 Pariaman tercatat mengalami kerusakan paling berat.
Tak hanya itu, tim juga meninjau infrastruktur jembatan gantung di Desa Rambai dan Desa Kampung Apar yang dinilai sangat penting bagi mobilitas masyarakat dan membutuhkan perbaikan segera.
“Jembatan gantung ini memiliki peran vital dalam aktivitas warga, sehingga menjadi salah satu prioritas untuk segera diperbaiki,” tambahnya.
Satgas PRR menegaskan bahwa pembangunan kembali infrastruktur terdampak akan difokuskan pada skala prioritas, terutama sektor pendidikan, kesehatan, jalan, dan jembatan, yang akan dikerjakan secara bertahap.
“Kami menargetkan proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan sesuai rencana. Karena itu, kami berharap Pemko Pariaman dapat terus bersinergi dalam mendampingi pelaksanaan pembangunan kembali infrastruktur yang rusak,” pungkasnya.(da*)


