![]() |
| Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya, meresmikan Restoran Sederhana Singapura. |
RAKYATTERKINI.COM – Ada ungkapan yang pernah dilontarkan Wakil Presiden pertama RI, Mohammad Hatta, “jika di bulan ada manusia, maka rumah makan Padang juga akan ada di sana.”
Seloroh ini menggambarkan kuatnya tradisi perantau Minangkabau yang kerap membuka usaha kuliner di berbagai penjuru dunia.
Kini, rumah makan Padang kembali memperluas jangkauan hingga ke luar negeri. Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, meresmikan Restoran Sederhana Singapura yang berlokasi di kawasan Kampong Glam.
Kehadiran restoran khas Minang tersebut dinilai sebagai langkah penting dalam memperluas pasar kuliner Indonesia ke tingkat global, sekaligus memperkuat subsektor kuliner sebagai salah satu penopang utama ekonomi kreatif nasional.
Menurut Menteri Ekraf, keberadaan Restoran Sederhana di Singapura membuktikan merek kuliner Indonesia mampu bersaing di pasar internasional tanpa meninggalkan identitas budayanya.
Ia juga menegaskan kuliner tidak hanya soal makanan, tetapi juga menjadi sarana diplomasi budaya untuk memperkenalkan Indonesia ke dunia.
Restoran Sederhana Singapura sendiri berada di 738 North Bridge Road, Kampong Glam, kawasan yang dikenal sebagai destinasi wisata dan budaya yang ramai dikunjungi warga lokal maupun turis mancanegara.
Sebelum peresmian, restoran ini telah menjalani masa uji coba operasional sejak 29 Mei 2026 dan mendapat respons positif dari masyarakat setempat serta diaspora Indonesia.
Sebagai informasi, Restoran Sederhana merupakan salah satu pelopor kuliner Padang yang berdiri sejak 1972 dan terkenal dengan cita rasa autentik Minangkabau. Saat ini, jaringan restoran tersebut telah berkembang hingga sekitar 200 gerai.
Pengelola merek, PT Global Minang Ventura (GMV), terus memperluas ekspansi ke luar negeri, tidak hanya di Singapura, tetapi juga merencanakan pembukaan cabang di Melbourne, Australia, yang berlokasi di 207 Queen Street.
Pemerintah melalui Kementerian Ekraf menilai ekspansi ini tidak hanya memperkuat posisi kuliner Indonesia di kancah global, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku ekonomi kreatif lain untuk masuk ke rantai pasok internasional.
Ekonomi kreatif sendiri saat ini menyumbang sekitar Rp1.600 triliun terhadap PDB nasional. Pada 2025, nilai ekspor sektor ini mencapai 31,94 miliar dolar AS dengan realisasi investasi sebesar Rp183,01 triliun.
Dalam konteks tersebut, subsektor kuliner menjadi salah satu motor utama pertumbuhan sekaligus sarana promosi identitas bangsa.
Kerja sama antara Kementerian Ekraf dan GMV telah terjalin sejak 2025, termasuk dukungan dalam program business matching kuliner di Sydney serta penguatan operasional dan pengembangan sumber daya manusia untuk ekspansi luar negeri.
President Director PT Global Minang Ventura (GMV), Nova Dana Eka Putri, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah yang dinilai sangat membantu dalam memperluas jangkauan kuliner Indonesia ke pasar dunia. Ia menegaskan kolaborasi ini turut memperkuat diplomasi kuliner dan citra Indonesia di tingkat global.
Sementara itu, kawasan Kampong Glam sendiri memiliki nilai historis tersendiri. Area ini telah lama menjadi pusat keberadaan kuliner Indonesia di Singapura, termasuk warisan Warung Pariaman yang dikenal sebagai salah satu ikon kuliner lintas generasi.
Anggota Parlemen Singapura, Wan Rizal, turut menyambut baik kehadiran Restoran Sederhana. Ia menilai kehadiran restoran tersebut tidak hanya melanjutkan tradisi kuliner yang sudah ada, tetapi juga memperkaya keberagaman makanan di kawasan Kampong Glam serta menarik lebih banyak pengunjung.
Dalam peresmian tersebut, turut hadir perwakilan KBRI Singapura, para pendiri Restoran Sederhana, serta mitra bisnis yang terlibat dalam pengembangan restoran di Singapura. (da*)


