Notification

×

Iklan

Putri Thailand Bajrakitiyabha Wafat Usai Koma 3 Tahun

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:19 WIB Last Updated 2026-06-12T11:19:00Z

Putri Thailand Bajrakitiyabha

Jakarta, Rakyatterkini.com – Kabar duka menyelimuti keluarga Kerajaan Thailand. Putri Bajrakitiyabha, anak pertama Raja Maha Vajiralongkorn, wafat pada usia 47 tahun setelah menjalani masa koma lebih dari tiga tahun.

Istana kerajaan mengumumkan bahwa sang putri meninggal dunia di Rumah Sakit Chulalongkorn, Bangkok, pada Kamis malam (11/6/2026) waktu setempat.

Dalam keterangan resminya, pihak kerajaan menyebut tim medis telah memberikan penanganan maksimal secara intensif. Namun, kondisi kesehatan putri terus mengalami penurunan hingga akhirnya tidak dapat diselamatkan.

Masalah kesehatan Bajrakitiyabha mulai menjadi perhatian publik sejak Desember 2022. Saat itu, ia tiba-tiba jatuh pingsan ketika sedang berolahraga bersama anjing peliharaannya.

Setelah diperiksa, dokter menyatakan bahwa ia mengalami aritmia berat atau gangguan serius pada irama jantung. Kondisi tersebut dipicu oleh infeksi mycoplasma yang menyerang organ jantung.

Gangguan ini menyebabkan aliran darah serta suplai oksigen ke otak terganggu, sehingga membuat sang putri kehilangan kesadaran dan mengalami koma dalam jangka panjang.

Infeksi Mycoplasma dan Dampaknya pada Jantung

Mycoplasma dikenal sebagai jenis bakteri yang umumnya menyerang sistem pernapasan. Namun, dalam kasus tertentu, infeksi ini dapat menyebar ke organ lain, termasuk jantung.

Jika menyerang jantung, bakteri tersebut dapat memicu miokarditis, yaitu peradangan pada otot jantung. Kondisi ini berpotensi mengganggu sistem listrik jantung yang berfungsi mengatur detak normal.

Akibatnya, penderita dapat mengalami aritmia atau detak jantung yang tidak teratur. Dalam kondisi parah, hal ini bisa menyebabkan henti jantung mendadak, pingsan, bahkan kerusakan otak karena kekurangan oksigen.

Koma Berkepanjangan

Sejak insiden pada akhir 2022, Putri Bajrakitiyabha menjalani perawatan intensif dengan bantuan berbagai alat medis penunjang kehidupan. Meskipun telah mendapatkan penanganan terbaik, kondisinya tidak menunjukkan perbaikan.

Selama lebih dari tiga tahun, ia tetap dalam kondisi tidak sadar hingga akhirnya menghembuskan napas terakhir.

Kepergian Bajrakitiyabha menjadi duka mendalam bagi Kerajaan Thailand. Ia dikenal sebagai sosok yang aktif, berdedikasi, dan memiliki banyak prestasi dalam menjalankan tugas kerajaan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update