Notification

×

Iklan

Polres Solsel Selidiki Penyerangan Rumah di Sangir Batang Hari

Selasa, 02 Juni 2026 | 12:46 WIB Last Updated 2026-06-02T05:46:00Z

Ilustrasi

Solsel, Rakyatterkini.com — Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Solok Selatan tengah melakukan penyelidikan terkait dugaan kasus penyerangan dan perusakan rumah yang terjadi di Jorong Tanah Galo, Nagari Lubuk Ulang Aling Tengah, Kecamatan Sangir Batang Hari, pada Minggu (31/5/2026). 
Peristiwa ini diduga memiliki keterkaitan dengan laporan sebelumnya mengenai kasus persetubuhan anak yang telah masuk ke pihak kepolisian.

Kasat Reskrim Polres Solok Selatan, AKP Muhammad Yogie Biantoro, mengungkapkan bahwa laporan dugaan penyerangan tersebut diterima pada Minggu sore. Karena bertepatan dengan hari libur, proses pemeriksaan terhadap korban dan saksi baru dapat dijadwalkan pada Selasa (2/6/2026).

“Pemeriksaan terhadap korban akan kami lakukan pada hari Selasa. Karena laporan masuk di hari libur, penanganannya baru bisa dilanjutkan secara optimal pada hari kerja,” ujarnya, Senin (1/6/2026).

Ia menambahkan, pihak kepolisian masih mendalami motif di balik aksi penyerangan yang diduga dilakukan oleh sekelompok orang terhadap rumah milik seorang warga bernama Eni Rustika (34).

Berdasarkan informasi awal, kejadian tersebut diduga berkaitan dengan kasus persetubuhan anak yang sebelumnya dilaporkan ke Polres Solok Selatan pada Desember 2025. Dalam laporan itu, pihak keluarga melaporkan seorang pria berusia 21 tahun yang diduga menjalin hubungan dengan seorang remaja perempuan berusia 16 tahun.

Meski hubungan tersebut disebut terjadi atas dasar suka sama suka, pihak keluarga perempuan menolak dan memilih membawa kasus tersebut ke ranah hukum.

“Dugaan sementara memang ada kaitannya dengan laporan sebelumnya, tetapi motif penyerangan ini masih terus kami selidiki,” jelas Yogie.

Menurutnya, petugas telah turun langsung ke lokasi kejadian untuk mengumpulkan keterangan. Namun, pihak yang diduga terlibat hingga kini belum memenuhi panggilan penyidik untuk dimintai keterangan.

“Kami sudah ke lokasi dan mencoba meminta keterangan, tetapi yang bersangkutan belum bersedia memberikan penjelasan. Ini juga menjadi bagian dari proses penyelidikan,” tambahnya.

Sebelumnya, korban melaporkan bahwa insiden penyerangan dan perusakan rumah terjadi pada Minggu sekitar pukul 08.14 WIB. Sejumlah orang yang dipimpin seorang pria berinisial SAP alias Sap Doyok diduga mendatangi rumah korban sambil membawa senjata tajam.

Para pelaku disebut melakukan intimidasi, merusak pintu rumah, melempari bangunan dengan batu, serta merusak sepeda motor dan kanopi rumah.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian materi yang ditaksir mencapai sekitar Rp20 juta. Saat ini, polisi masih terus mengumpulkan bukti dan keterangan guna mengungkap secara menyeluruh kasus tersebut.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update