Padang, Rakyatterkini.com - Kawasan Lubuk Kilangan di Kota Padang memiliki potensi besar di sektor ekowisata dan wisata minat khusus.
Keindahan alam yang masih asri serta karakteristik aliran sungai di wilayah tersebut menjadi daya tarik utama yang dinilai sangat menjanjikan untuk dikembangkan.
Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, pengembangan pariwisata berbasis masyarakat kini mulai memasuki tahap baru dengan dibentuknya Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) LuBariTa pada Sabtu (13/6/2025).
Pembentukan Pokdarwis ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi langkah penting dalam upaya menggali, mengelola, dan mempromosikan potensi wisata lokal agar mampu bersaing di tingkat yang lebih luas, termasuk nasional.
Acara peresmian tersebut dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh pemuda, pemerhati pariwisata, hingga warga setempat. Kehadiran mereka mencerminkan antusiasme dan komitmen bersama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata.
Lahirnya Pokdarwis LuBariTa juga tidak terlepas dari peran dan inisiasi Ketua Umum Federasi Arung Jeram Indonesia Sumatera Barat, Rio Han De Vis.
Dukungan dari federasi ini menjadi indikasi kuat bahwa pengembangan wisata di kawasan tersebut akan diarahkan pada konsep berkelanjutan, terutama yang berkaitan dengan wisata sungai dan arung jeram dengan melibatkan masyarakat lokal sebagai pelaku utama.
Dalam sambutannya, Rio Han De Vis menekankan bahwa keberhasilan pengembangan pariwisata sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat sebagai tuan rumah di daerahnya sendiri.
“Potensi alam, budaya, dan wisata yang kita miliki sangat luar biasa. Namun semuanya tidak akan berkembang tanpa kesadaran dan keterlibatan masyarakat. Pokdarwis LuBariTa diharapkan menjadi wadah untuk menyatukan semangat tersebut agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh warga,” ungkapnya dalam musyawarah tersebut.
Melalui musyawarah yang berlangsung secara demokratis, disepakati bahwa Ruslim dipercaya sebagai ketua pertama Pokdarwis LuBariTa. Ia didampingi oleh Refmaida sebagai sekretaris dan Dasrizal sebagai bendahara. Kepengurusan awal ini diharapkan mampu menjadi fondasi kuat bagi pengembangan wisata di Lubuk Kilangan.
Ruslim menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia menegaskan bahwa pengembangan sektor pariwisata membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak.
“Kami tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan dukungan masyarakat, pemerintah, pelaku usaha, komunitas, hingga generasi muda agar program-program Pokdarwis bisa berjalan optimal dan memberi dampak positif,” ujarnya.
Ke depan, Pokdarwis LuBariTa telah menyiapkan sejumlah program prioritas, seperti penerapan nilai Sapta Pesona di lingkungan masyarakat, pelestarian kawasan wisata, penguatan promosi digital, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Selain itu, pengembangan wisata minat khusus seperti arung jeram juga akan digarap melalui kerja sama dengan berbagai pihak terkait.
Kehadiran Pokdarwis ini diharapkan menjadi awal kebangkitan sektor pariwisata di Lubuk Kilangan. Dengan kolaborasi masyarakat dan pemangku kepentingan, kawasan tersebut ditargetkan menjadi destinasi wisata yang bersih, aman, ramah, dan berkelanjutan.(da*)


