Notification

×

Iklan

Pengeroyokan di Maros Picu Amukan Warga

Selasa, 23 Juni 2026 | 11:15 WIB Last Updated 2026-06-23T04:15:00Z

Aksi pengeroyokan terhadap tiga pemuda 

Jakarta, Rakyatterkini.com — Aksi pengeroyokan yang menimpa tiga pemuda di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, memicu kemarahan warga dan keluarga korban. Ratusan orang kemudian mendatangi rumah yang diduga dihuni para pelaku, hingga berujung pada perusakan sejumlah sepeda motor di sekitar lokasi kejadian.

Untuk mengantisipasi situasi agar tidak semakin meluas dan mencegah terjadinya tindakan main hakim sendiri, pihak kepolisian akhirnya mengevakuasi sekitar 10 orang yang berada di dalam rumah tersebut, termasuk terduga pelaku, ke Mapolres Maros.

Kedatangan massa yang berjumlah ratusan orang itu terjadi di sebuah perumahan di Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros. Emosi warga yang tersulut membuat suasana di lokasi sempat memanas dan tidak terkendali.

Dalam insiden tersebut, beberapa sepeda motor yang terparkir di sekitar rumah juga ikut dirusak. Rekaman kejadian itu kemudian tersebar luas dan viral di media sosial.

Diketahui, para terduga pelaku merupakan pekerja bangunan yang tinggal di rumah tersebut. Melihat kondisi yang semakin tidak kondusif, Polsek Moncongloe bersama personel Polres Maros mengevakuasi 10 orang, termasuk seorang balita dan sejumlah perempuan, ke Polres Maros demi keamanan.

Langkah evakuasi tersebut dilakukan untuk mencegah aksi balasan serta menghindari jatuhnya korban tambahan. Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi dari pihak penghuni rumah yang dievakuasi, serta menerima laporan dari tiga korban pengeroyokan.

Sebelumnya, peristiwa ini berawal dari kesalahpahaman antara dua kelompok yang tidak saling mengenal. Perselisihan dipicu saat salah satu pihak sedang mencari ponsel yang hilang, yang kemudian berujung pada aksi penganiayaan.

Kanit Reskrim Polsek Moncongloe, Ipda Suharno, mengatakan pihaknya masih terus mendalami kasus tersebut dan telah mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk empat sepeda motor yang mengalami kerusakan.

“Perkembangan perkara, korban sudah dilakukan visum dan laporannya telah diterima, serta beberapa saksi juga telah diperiksa,” ujar Ipda Suharno.

Hingga saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap seluruh pihak yang terlibat dalam kejadian tersebut. Peristiwa ini menjadi pengingat penting agar setiap permasalahan diselesaikan melalui jalur hukum dan musyawarah, bukan dengan kekerasan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update