Notification

×

Iklan

Haji 2026 Berjalan Lancar, Pemerintah Catat Sejarah Baru

Selasa, 23 Juni 2026 | 11:33 WIB Last Updated 2026-06-23T10:52:24Z

Ilustrasi

Jakarta, Rakyatterkini.com – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari, menyampaikan kabar menggembirakan terkait pelaksanaan ibadah haji 2026. Ia menyebut, penyelenggaraan haji tahun ini berlangsung dengan lancar, aman, dan dinilai sukses oleh pemerintah.

Menurut Qodari, tahun ini juga menjadi tonggak sejarah baru bagi Indonesia dalam mengelola ibadah haji. Untuk pertama kalinya, seluruh proses penyelenggaraan ditangani oleh Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), yang baru dibentuk pada 2025.

“Alhamdulillah, amanah besar ini bisa kita jalankan dengan sangat baik,” ujarnya pada Selasa (23/6/2026).

Ia menjelaskan, sebanyak 220.247 jemaah haji reguler telah menuntaskan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci. Saat ini, para jemaah tengah dalam proses kepulangan ke Indonesia untuk kembali berkumpul bersama keluarga. Kloter terakhir dijadwalkan tiba pada 1 Juli 2026.

Qodari menekankan keberhasilan ini bukan semata-mata keberuntungan, melainkan hasil dari persiapan matang dan sejumlah inovasi yang telah diterapkan sejak awal. Beberapa di antaranya adalah percepatan pengurusan visa serta distribusi Kartu Nusuk kepada jemaah sejak masih di tanah air.

Kartu Nusuk sendiri merupakan identitas digital yang mempermudah berbagai keperluan jemaah selama berada di Arab Saudi, mulai dari akses layanan hingga proses pelacakan jika terpisah dari rombongan.

Selain itu, pemerintah juga memaksimalkan layanan fast track atau Makkah Route untuk mempercepat proses imigrasi, sehingga jemaah tidak perlu antre lama saat tiba di bandara Jeddah maupun Madinah. Perbaikan juga dilakukan pada berbagai aspek layanan, seperti kualitas penginapan, konsumsi, dan transportasi.

“Pemerintah berkomitmen penuh untuk memastikan kenyamanan, ketertiban, dan kebahagiaan jemaah selama menjalankan ibadah,” kata Qodari.

Meski hasilnya memuaskan, pemerintah menegaskan tidak ingin cepat berpuas diri. Di bawah arahan langsung Presiden Prabowo Subianto, berbagai strategi jangka panjang tengah disiapkan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan haji ke depan.

Salah satu capaian yang disorot adalah keberhasilan memangkas masa tunggu haji dari sebelumnya mencapai 47 tahun menjadi rata-rata 26 tahun.

“Presiden memberikan apresiasi atas capaian ini, namun juga menekankan agar upaya perbaikan terus dilanjutkan. Beliau menginstruksikan kementerian dan lembaga terkait untuk mencari solusi agar masa tunggu bisa dipersingkat lagi,” jelas Qodari.

Ia pun optimistis penyelenggaraan haji Indonesia di masa mendatang akan semakin baik berkat fondasi yang telah dibangun tahun ini.

“Kami yakin ke depan pelaksanaan haji akan semakin nyaman dan membawa manfaat besar bagi bangsa. Terima kasih atas dukungan dan doa seluruh masyarakat,” tuturnya.

Keberhasilan ini juga dirasakan langsung oleh para jemaah. Salah satunya M Arsad (75), jemaah lansia asal Jakarta yang telah menunggu selama 12 tahun untuk berangkat haji.

Ia mengaku pelayanan tahun ini sangat memuaskan. Menurutnya, petugas sangat sigap dalam memantau kesehatan jemaah, suasana ibadah berlangsung tenang, dan makanan yang disediakan selalu berkualitas.

“Alhamdulillah, ini pengalaman luar biasa yang tidak ternilai,” ungkapnya.

Hal serupa disampaikan Syaiful, jemaah asal Jakarta Timur. Ia mengapresiasi kesigapan petugas serta fasilitas yang melimpah, termasuk ketersediaan makanan yang beragam.

“Makanannya sangat banyak, lengkap semua. Bahkan di Mina ada es krim,” katanya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update