Pariaman, Rakyatterkini.com - Pemerintah Kota Pariaman mengimbau para guru serta orang tua agar tidak memberikan tekanan berlebihan kepada anak-anak yang akan melanjutkan pendidikan ke Sekolah Dasar (SD), khususnya dalam hal kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung) secara cepat.
Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan pelepasan sekaligus pentas seni yang diikuti 334 siswa Taman Kanak-Kanak (TK) se-Kota Pariaman. Acara ini digelar di dua lokasi, yaitu Aula TK Pembina dan Aula SMKN 2 Pariaman, pada Selasa (9/6/2026).
Bunda PAUD Kota Pariaman, Ny. Yosneli Balad, menjelaskan bahwa masa transisi dari TK menuju SD sering kali menjadi fase yang menegangkan bagi anak apabila pembelajaran terlalu menitikberatkan pada target akademik. Pemerintah daerah saat ini juga tengah mendorong program “Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan”.
Ia menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini seharusnya lebih difokuskan pada pembentukan karakter, kemandirian, serta kesiapan emosi anak, bukan semata-mata kemampuan calistung yang dipaksakan.
Menurutnya, tuntutan membaca, menulis, dan berhitung di usia terlalu dini justru dapat menurunkan rasa percaya diri anak dan membuat mereka cepat merasa jenuh dalam proses belajar sebelum memasuki pendidikan dasar secara formal.
Selain di lingkungan sekolah, kesiapan anak menghadapi jenjang SD juga sangat dipengaruhi oleh peran keluarga. Karena itu, orang tua diharapkan tidak menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab pendidikan kepada pihak sekolah.
“Kami berharap orang tua tetap mendampingi tumbuh kembang anak dengan pola asuh yang positif serta penuh perhatian di rumah,” ujarnya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Kota Pariaman, Hertati Taher, menekankan bahwa acara pelepasan siswa PAUD tidak boleh hanya menjadi kegiatan seremonial rutin setiap tahun.
Kegiatan yang diikuti 84 siswa dari TK Pembina dan 250 siswa dari TK Aisyiyah se-Kota Pariaman tersebut juga diarahkan sebagai sarana untuk melatih keberanian, motorik, serta rasa percaya diri anak saat tampil di depan umum.
Ia menambahkan bahwa kelulusan dari TK merupakan tahap awal, di mana potensi anak mulai berkembang dan terlihat.
“Jangan memaksakan kehendak kepada anak. Sebaliknya, dukung bakat dan minat mereka yang mulai tumbuh. Kerja sama antara sekolah dan orang tua sangat penting untuk keberhasilan pendidikan anak,” kata Hertati.(da*)


