Solok, Rakyatterkini.com – Nilai tukar rupiah terus mengalami tekanan terhadap dolar Amerika Serikat. Hingga berita ini ditulis, kurs rupiah tercatat berada di level Rp 17.961 per dolar AS. Kondisi ini ikut memberikan dampak ke berbagai sektor usaha, termasuk penjualan suku cadang kendaraan yang sebagian besar masih bergantung pada barang impor.
Pemilik usaha Deckra Motor di Simpang Rumbio, Kota Solok, Deckra, saat ditemui infosumbar.net pada Rabu (10/6/2026), menyebutkan bahwa kenaikan harga mulai terasa sejak Mei 2026.
Ia menjelaskan, saat ini harga suku cadang kendaraan mengalami kenaikan rata-rata sekitar lima persen. Bahkan, untuk oli mesin sepeda motor, kenaikannya lebih tinggi hingga sekitar 10 persen. Harga yang sebelumnya pada Mei berada di kisaran Rp 68 ribu, kini terus naik hingga mencapai Rp 78 ribu.
Selain oli, harga ban motor juga ikut terdampak. Ban yang sebelumnya dijual sekitar Rp 295 ribu kini naik menjadi sekitar Rp 320 ribu, atau meningkat kurang lebih 8 persen.
“Memang ada pengaruh dari melemahnya rupiah terhadap kenaikan harga suku cadang. Contohnya ban tubeless yang paling banyak dicari, dari Rp 295 ribu naik menjadi Rp 320 ribu. Ban dan oli ini termasuk kebutuhan rutin yang sering diganti oleh konsumen,” ujarnya.
Kenaikan harga tersebut, lanjut Deckra, membuat sebagian pelanggan terkejut dan merasa keberatan. Namun, karena merupakan kebutuhan utama kendaraan, pembelian tetap harus dilakukan.
“Banyak konsumen yang kaget, apalagi biasanya kenaikannya kecil, sekarang bisa sampai Rp 10 ribu. Tapi kami hanya bisa memberikan penjelasan bahwa harga dari distributor juga sudah naik, jadi harga jual ikut menyesuaikan,” tambahnya.
Di sisi lain, kenaikan harga juga berdampak pada ketersediaan barang. Stok dari distributor, terutama untuk oli dan ban, dilaporkan mulai berkurang dibandingkan biasanya.
“Stok memang agak menurun. Tapi untuk omset masih relatif normal, walaupun belum tahu kondisi ke depan karena masih awal bulan,” jelasnya.
Ia menambahkan, jika pelemahan rupiah terus berlanjut, bukan tidak mungkin harga suku cadang akan kembali mengalami kenaikan. Pihaknya berharap pemerintah dapat mengambil langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan harga di pasaran.(da*)


