Padang, Rakyatterkini.com - Pemko Padang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memfokuskan upaya pemulihan pada infrastruktur irigasi yang rusak akibat bencana alam. Program ini menjadi prioritas agar lahan persawahan warga yang sempat tidak terairi dapat kembali mendapatkan pasokan air dalam waktu dekat.
Kerusakan cukup parah terjadi pada sejumlah jaringan irigasi utama akibat bencana yang melanda pada November hingga Desember tahun lalu. Kondisi tersebut membuat banyak area sawah tidak bisa lagi dialiri air. Menanggapi hal itu, Pemko Padang bergerak cepat dengan menjalin koordinasi bersama Balai Wilayah Sungai serta Dinas Sumber Daya Air Provinsi Sumatera Barat.
Sebagai bagian dari penanganan, Dinas PUPR Kota Padang telah menyiapkan 17 paket pekerjaan fisik irigasi yang didanai melalui skema Transfer ke Daerah (TKD) pada anggaran pergeseran. Saat ini, seluruh dokumen perencanaan ditargetkan selesai dalam waktu dekat agar proyek dapat segera memasuki tahap lelang.
Selain proyek jangka menengah tersebut, pemerintah juga melakukan langkah penanganan darurat dengan menggunakan anggaran operasional dan pemeliharaan. Pekerjaan di lapangan langsung dikerjakan setelah Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) pergeseran disahkan, dengan fokus pada wilayah yang terdampak paling parah agar lahan pertanian bisa segera kembali dimanfaatkan.
Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Drainase Dinas PUPR Kota Padang, Well Off Sanora, menjelaskan bahwa sejumlah irigasi memang mengalami kerusakan cukup serius sehingga tidak lagi mampu menyalurkan air ke area persawahan.
Ia menyebutkan, perbaikan dilakukan melalui dana TKD pada anggaran pergeseran dan saat ini masih berada pada tahap perencanaan. Namun, proses tersebut ditargetkan rampung dalam waktu dekat sebelum masuk tahap pelelangan pekerjaan fisik.
Untuk penanganan yang bersifat mendesak, pihak dinas juga telah mulai menurunkan alat dan tenaga kerja ke sejumlah titik prioritas. Pekerjaan ini sudah berjalan sejak DPA pergeseran disahkan dan difokuskan pada wilayah terdampak bencana seperti Lubuk Minturun, Guo, Gunung Nago, serta beberapa lokasi lain yang terdampak galodo pada tahun lalu.
Dengan berbagai langkah perbaikan dan penanganan darurat tersebut, pemerintah berharap sektor pertanian di Kota Padang dapat segera pulih sehingga aktivitas pertanian masyarakat kembali normal dan ketahanan pangan daerah tetap terjaga.(da*)


