Padang, Rakyatterkini.com - Pemanfaatan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Padang–Sicincin saat ini masih dinilai belum maksimal karena jumlah pengguna yang masih rendah.
Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menyebut terdapat dua penyebab utama yang membuat masyarakat belum banyak beralih ke jalur tol tersebut, yaitu terkait besaran tarif serta penamaan ruas jalan tol.
Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, dalam Rapat Koordinasi Percepatan Penanganan Ancaman, Gangguan, Hambatan, dan Tantangan (AGHT) pembangunan tol yang digelar oleh Direktorat IV Jaksa Agung Muda Intelijen di Hotel Mercure Padang, Kamis (4/6/2026).
Ia menegaskan tingkat pemanfaatan Tol Padang–Sicincin masih jauh dari harapan dan perlu evaluasi menyeluruh.
Menurutnya, sejumlah masyarakat menilai tarif yang diberlakukan saat ini masih cukup tinggi sehingga kurang menarik bagi sebagian pengguna jalan. Ia meminta agar pemerintah pusat bersama Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) serta Kementerian PUPR dapat meninjau ulang skema tarif agar lebih sesuai dan terjangkau bagi masyarakat.
Selain faktor biaya, penamaan ruas tol juga disebut ikut memengaruhi persepsi publik. Nama “Padang–Sicincin” dianggap kurang menggambarkan titik awal dan akhir sebenarnya, sehingga menimbulkan kesan rute tol lebih jauh atau kurang efektif bagi pengguna.
Sebagai solusi, John Kenedy Azis mengusulkan kepada PT Hutama Karya (Persero) agar nama ruas tol tersebut dapat disesuaikan menjadi “Tol Batang Anai–Kapalo Hilalang” agar lebih mencerminkan jalur yang sebenarnya dilalui dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman tetap menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh penyelesaian proyek strategis nasional tersebut.
Rapat tersebut juga dihadiri Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi, Kejaksaan Tinggi Sumbar, serta Kementerian ATR/BPN yang membahas berbagai kendala, termasuk sisa persoalan lahan di beberapa titik seperti Trase Exit Tol Sungai Abang di Lubuak Aluang dan wilayah 2×11 Kayu Tanam.
Selain itu, forum juga membahas rencana pengembangan trase lanjutan setelah Exit Tol Kapalo Hilalang guna meningkatkan konektivitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Sumatera Barat.(da*)


