Notification

×

Iklan

Gencatan Senjata AS–Iran Terancam Gagal

Sabtu, 06 Juni 2026 | 16:47 WIB Last Updated 2026-06-06T09:47:00Z

Gencatan senjata antara AS dan Iran kembali terancam

Jakarta, Rakyatterkini.com – Kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali berada di ujung tanduk setelah kedua negara kembali terlibat aksi saling serang. Ketegangan meningkat setelah militer AS menyerang drone dan fasilitas radar Iran, sementara Iran membalas dengan meluncurkan rudal ke pangkalan militer AS di kawasan Teluk.

Mengutip laporan BBC, militer AS mengklaim berhasil menembak jatuh empat drone bunuh diri milik Iran yang bergerak menuju Selat Hormuz. Washington menilai drone tersebut merupakan ancaman serius bagi keselamatan jalur pelayaran internasional di wilayah itu.

Komando Pusat AS (Centcom) kemudian menyebut pihaknya melakukan serangan balasan dengan menghantam sejumlah fasilitas radar pantai milik Iran di bagian selatan negara tersebut. Langkah ini diklaim untuk mencegah potensi serangan lanjutan.

Sebagai respons, Iran dilaporkan meluncurkan rudal balistik ke dua pangkalan udara AS di Kuwait serta fasilitas Angkatan Laut AS di Bahrain, sebagaimana disampaikan kantor berita Iran, IRIB.

Centcom mengungkapkan hasil evaluasi awal menunjukkan dari tujuh rudal yang ditembakkan, enam berhasil dicegat, sementara satu lainnya tidak mencapai target yang dituju.

Insiden ini terjadi hanya beberapa hari setelah kedua negara saling melakukan aksi militer yang memperburuk situasi dan mengancam kelanjutan gencatan senjata yang disebut telah berlaku sejak April.

Otoritas setempat melaporkan satu orang meninggal dunia dan lebih dari 60 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan drone Iran yang menyasar bandara internasional di Kuwait pada Rabu lalu.

Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) membantah terlibat dalam serangan tersebut. Mereka menyatakan kerusakan yang terjadi disebabkan oleh kesalahan sistem pada rudal pencegat milik Amerika Serikat.

Namun, pernyataan itu dibantah oleh Centcom yang menegaskan bahwa serangan ke bandara tersebut dilakukan secara sengaja dan telah direncanakan oleh pihak Iran.

Sebelumnya, IRGC juga mengklaim telah menyerang pangkalan militer AS di kawasan Teluk sebagai bentuk balasan atas serangan Amerika terhadap kapal tanker minyak Iran dan Pulau Qeshm.

Di tengah meningkatnya ketegangan, pemerintah AS tetap memberikan visa kepada tim nasional sepak bola Iran untuk berpartisipasi dalam Piala Dunia. Iran dijadwalkan menjalani laga perdana di Los Angeles pada 15 Juni.

Momen ini menjadi catatan sejarah karena untuk pertama kalinya sebuah negara tuan rumah menerima kedatangan tim dari negara yang sedang berada dalam situasi konflik bersenjata.

Eskalasi terbaru ini terjadi di saat proses negosiasi gencatan senjata antara kedua negara mengalami kebuntuan. Upaya diplomasi untuk mengakhiri konflik belum menunjukkan kemajuan, bahkan dilaporkan Presiden Donald Trump meminta perubahan pada sejumlah syarat perjanjian yang sedang dibahas.

Sebelumnya, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyebutkan bahwa pihak AS terus mengubah sikap serta mengajukan tuntutan baru yang dianggap saling bertentangan dalam proses perundingan tersebut.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update