Notification

×

Iklan

Pemerintah Jaga Stabilitas Rupiah Demi Daya Beli

Selasa, 09 Juni 2026 | 02:38 WIB Last Updated 2026-06-08T21:39:17Z

Ilustrasi

Jakarta, Rakyatterkini.com - Pemerintah kembali menegaskan komitmennya untuk menjaga kestabilan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. 

Upaya ini dilakukan demi melindungi daya beli masyarakat sekaligus menekan biaya produksi yang harus ditanggung pelaku usaha kecil, termasuk pengrajin tahu dan tempe yang masih bergantung pada bahan baku impor.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan bahwa kestabilan rupiah memiliki peran penting dalam menjaga harga kebutuhan pokok tetap terkendali di pasar.

Menurutnya, nilai tukar yang lebih stabil akan membantu menekan biaya produksi, sehingga pelaku usaha tidak perlu menaikkan harga jual kepada konsumen.

Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya para penjual tahu dan tempe mengalami penurunan keuntungan, bahkan sebagian terpaksa menaikkan harga karena bahan baku yang digunakan masih berasal dari impor, yang membuat biaya produksi meningkat.

Dalam konferensi pers di Gedung DPR, Jakarta, Sabtu (6/6), Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah terus berupaya menyelaraskan berbagai kebijakan ekonomi agar pergerakan rupiah lebih stabil. Kebijakan tersebut diharapkan dapat memberikan dampak langsung bagi pelaku usaha kecil maupun rumah tangga.

Ia menambahkan, dengan kebijakan yang lebih terarah, stabilitas rupiah dapat terjaga sehingga harga kebutuhan menjadi lebih terjangkau, dan beban hidup masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, tidak semakin berat.

Lebih lanjut, pemerintah akan memperkuat sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter guna meningkatkan efektivitas kebijakan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga stabilitas sektor keuangan.

Purbaya menilai bahwa koordinasi yang baik antara kedua kebijakan tersebut sangat penting, baik dalam skala makro maupun mikro, agar perekonomian nasional dapat berkembang lebih cepat.

Ia juga menegaskan pentingnya kerja sama yang erat dengan Bank Indonesia untuk memastikan arah kebijakan tetap selaras. Menurutnya, sinergi ini menjadi faktor kunci dalam menjaga kepercayaan pasar serta memperkuat nilai tukar rupiah.

Dengan kebijakan yang semakin terintegrasi, Purbaya optimistis fundamental rupiah dapat kembali menguat dan berada pada kondisi yang lebih stabil. Ia berharap, penguatan tersebut pada akhirnya memberikan dampak positif langsung bagi masyarakat luas.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update