Notification

×

Iklan

Pemerintah Gelontorkan Stimulus Rp26,34 Triliun

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:19 WIB Last Updated 2026-06-22T21:19:00Z

Deretan pesawat milik maskapai penerbangan Garuda Indonesia

Jakarta, Rakyatterkini.com – Pemerintah menggelontorkan paket stimulus ekonomi senilai Rp26,34 triliun guna mempertahankan daya beli masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi pada paruh kedua 2026 di tengah situasi global yang belum stabil.

Program ini mencakup berbagai kebijakan, mulai dari keringanan pajak, potongan harga transportasi, bantuan pangan, subsidi bahan baku industri, hingga perluasan program magang serta pelatihan vokasi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa pemerintah terus mencermati dinamika geopolitik global, khususnya di Timur Tengah, yang berpotensi berdampak pada ekonomi nasional. Oleh karena itu, langkah antisipatif melalui stimulus ekonomi dinilai perlu dilakukan.

Ia menegaskan bahwa Indonesia harus menjaga kekuatan ekonomi dalam negeri dengan langkah-langkah proaktif untuk mengurangi risiko dari tekanan eksternal.

Menurut Airlangga, paket kebijakan ini merupakan arahan langsung Presiden dan difokuskan untuk menjaga konsumsi masyarakat sekaligus mendukung keberlangsungan dunia usaha.

Salah satu kebijakan baru adalah penetapan tarif Pajak Penghasilan (PPh) Final royalti sebesar 1,5 persen bagi penulis, jauh lebih rendah dibandingkan tarif sebelumnya yang berkisar antara 5 hingga 35 persen. Kebijakan ini disebut sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap pelaku industri kreatif.

Di sektor industri, pemerintah menetapkan tarif bea masuk nol persen untuk impor LPG yang digunakan industri petrokimia, bahan baku plastik, serta komponen pesawat. Kebijakan ini diharapkan dapat menekan biaya produksi, menjaga stabilitas harga, memperkuat sektor manufaktur, serta meningkatkan daya saing industri perawatan pesawat (MRO). Manfaat ekonomi dari kebijakan ini diperkirakan mencapai Rp2,25 triliun.

Untuk menjaga konsumsi masyarakat, program bantuan pangan kembali dilanjutkan selama Juli hingga September 2026. Program ini menyasar 33,24 juta penerima dengan total anggaran sekitar Rp17,54 triliun.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan program stabilisasi harga kedelai bagi perajin tahu dan tempe melalui subsidi sebesar Rp2.000 per kilogram dengan kuota 250 ribu ton jika harga pasar melampaui batas acuan.

Di sektor transportasi, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan adanya berbagai insentif pada periode libur sekolah dan Natal-Tahun Baru.

Selama 20 Juni hingga 5 Juli 2026, masyarakat mendapatkan potongan harga tiket kereta api sebesar 30 persen. Diskon serupa juga berlaku untuk tarif dasar kapal Pelni pada 20 Juni hingga 15 Agustus 2026, sementara tarif jasa kepelabuhanan ASDP digratiskan pada periode 20 Juni hingga 5 Juli 2026. Program ini memiliki anggaran Rp190,5 miliar dengan target sekitar 3 juta penumpang.

Pemerintah juga memberikan insentif berupa PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) sebesar 100 persen untuk tiket pesawat domestik kelas ekonomi berjadwal, dengan anggaran Rp472,7 miliar dan target 2,3 juta penumpang.

Untuk periode Natal dan Tahun Baru 2026/2027, pemerintah lebih awal mengumumkan kebijakan serupa agar masyarakat dapat merencanakan perjalanan. Insentif yang diberikan meliputi diskon tiket kereta api, tarif kapal Pelni, pembebasan biaya pelabuhan ASDP, serta PPN DTP untuk tiket pesawat ekonomi. Total anggaran insentif transportasi untuk dua periode tersebut mencapai sekitar Rp1,54 triliun.

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengungkapkan bahwa Program Magang Nasional angkatan kedua pada 2026 akan melibatkan 150 ribu peserta. Selain itu, pelatihan vokasi ditargetkan menjangkau 220 ribu orang, termasuk sekitar 50 ribu pekerja yang terdampak PHK.

Program magang tersebut telah diperbaiki berdasarkan evaluasi sebelumnya, mencakup pemerataan peserta, bidang keahlian, serta integrasi sertifikasi kompetensi.

Evaluasi terhadap 65.245 peserta program tahun 2025 menunjukkan hasil positif, dengan 84 persen peserta merasa puas dan 67 persen mengaku program membantu kondisi ekonomi mereka. Dari sisi perusahaan, sekitar 84 persen juga menyatakan puas terhadap kinerja peserta magang.

Lebih lanjut, sekitar 30 persen peserta mendapatkan tawaran kerja dari perusahaan tempat mereka magang, sementara sebagian lainnya berpeluang direkrut setelah program selesai. Sektor jasa keuangan, perdagangan, dan manufaktur menjadi penyerap utama lulusan program tersebut.

Secara keseluruhan, alokasi stimulus semester II 2026 terdiri dari Rp18,04 triliun untuk bantuan pangan, Rp6,26 triliun untuk program magang dan pelatihan vokasi, serta Rp2,04 triliun untuk insentif transportasi.

Pemerintah berharap rangkaian kebijakan ini dapat menjaga konsumsi rumah tangga, meningkatkan aktivitas ekonomi, serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update