Jakarta, Rakyatterkini.com – Warga Desa Patikraja, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, diguncang oleh penemuan tragis dua jenazah perempuan di sebuah rumah pada Jumat (12/6/2026).
Korban pertama adalah seorang lansia berinisial K (81) yang ditemukan di dalam sumur. Sementara itu, korban kedua adalah seorang perempuan muda berinisial AA (18) yang ditemukan meninggal di dalam kamar dengan luka parah pada bagian leher. Keduanya diduga kuat menjadi korban pembunuhan yang sangat kejam.
Peristiwa ini sontak membuat warga sekitar terkejut. Pasalnya, Nenek K diketahui selama ini tinggal seorang diri di rumah tersebut. Warga semakin terperanjat ketika mengetahui ada korban lain yang tidak mereka kenal di lokasi kejadian.
Setelah menerima laporan, tim SAR gabungan segera dikerahkan untuk mengevakuasi jenazah Nenek K yang berada di dalam sumur dengan kedalaman sekitar 10 meter. Proses evakuasi berlangsung cukup sulit karena kondisi sumur yang sempit dan cukup dalam.
Petugas harus menggunakan peralatan khusus seperti tali dan katrol untuk mengangkat korban. Bahkan, salah satu anggota tim SAR sempat diturunkan ke dalam sumur untuk mengikat tubuh korban agar bisa ditarik ke permukaan.
“Kondisi sumur yang sempit dan dalam membuat proses evakuasi cukup menyulitkan, sehingga kami menggunakan tali dan katrol untuk proses pengangkatan,” ujar Kepala Dusun 3 Patikraja, Zidni Imaroh.
Setelah kurang lebih dua jam upaya evakuasi, jasad Nenek K akhirnya berhasil diangkat. Kedua jenazah kemudian segera dibawa ke RSUD Margono Soekarjo Purwokerto untuk keperluan autopsi.
Di tengah penyelidikan, kasus ini mulai menemukan titik terang. Warga yang datang ke lokasi usai kejadian sempat melihat seorang pemuda berinisial D berada di dalam rumah korban. Ia diketahui merupakan cucu dari Nenek K.
Namun, kecurigaan muncul ketika pemuda tersebut justru melarikan diri saat hendak dimintai keterangan oleh warga. Saat ini, D diduga kuat sebagai pelaku utama dalam peristiwa pembunuhan tersebut dan telah masuk dalam daftar pencarian.
Kasus ini kini sepenuhnya ditangani pihak kepolisian. Aparat telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa sejumlah saksi, sementara upaya pengejaran terhadap terduga pelaku masih terus dilakukan.(da*)


