Pariaman, Rakyatterkini.com – Ajang lari “Pariaman Berlari 2026” akan segera digelar pada 14 Juni 2026 dan diperkirakan diikuti lebih dari 800 peserta dari berbagai daerah.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah kategori lomba, yakni 5K untuk pelajar dan umum, 10K untuk umum dan master, serta 21K atau half marathon. Seluruh rute dimulai dan berakhir di kawasan Pantai Kata, Kota Pariaman.
Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, menyampaikan hal tersebut dalam rapat finalisasi pelaksanaan acara yang turut dihadiri Polres Pariaman, perangkat dinas terkait, komunitas, serta panitia, di Ruang Rapat Wakil Wali Kota Pariaman, Rabu (10/6/2026).
Ia menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk menghidupkan berbagai event yang dapat menarik perhatian publik, meningkatkan kunjungan wisatawan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Kita ingin Kota Pariaman semakin dikenal luas melalui berbagai kegiatan. Harapannya, event ini mampu mendatangkan wisatawan dan menggerakkan ekonomi lokal,” ujarnya.
Menurut Mulyadi, Pariaman Berlari 2026 tidak hanya sekadar kompetisi olahraga, tetapi juga bagian dari pengembangan sport tourism. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan dapat menikmati pengalaman berlari sambil menyaksikan keindahan wisata bahari Kota Pariaman.
“Ini bukan hanya lomba lari, tetapi juga kesempatan menikmati panorama alam Pariaman yang indah, sehingga peserta mendapatkan pengalaman olahraga sekaligus wisata,” tambahnya.
Ia juga meminta seluruh instansi terkait untuk bersinergi dalam mendukung kelancaran acara. Dinas Perhubungan dan Satpol PP diminta berkoordinasi dengan Polres Pariaman terkait pengamanan dan rekayasa lalu lintas. Sementara Dinas Kesehatan diminta menyiapkan tim medis untuk memastikan keselamatan peserta selama kegiatan berlangsung.
Adapun rute lomba telah ditetapkan sesuai kategori. Untuk 5K, peserta akan старт dari Pantai Kata menuju Pantai Karan Aur dan Binasi, kemudian kembali ke garis finish melalui Jalan Syekh Burhanuddin. Rute 10K diperluas hingga Pantai Muaro Sunua sebelum kembali ke Pantai Kata.
Sementara itu, kategori 21K memiliki rute paling panjang yang melintasi sejumlah jalan utama dan ikon kota, termasuk Tugu Tabuik, Pantai Gandoriah, Pantai Cermin, hingga kawasan jalan protokol lainnya sebelum kembali ke Pantai Kata sebagai garis akhir.(da*)


