Notification

×

Iklan

Padang Siap Jadi Kota Gastronomi Dunia UNESCO 2027

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:45 WIB Last Updated 2026-06-16T15:45:00Z

Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Yenni Yuliza.

Padang, Rakyatterkini.com – Kota Padang selama ini tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga kekayaan kulinernya yang sudah dikenal hingga mancanegara. 

Saat ini, ibu kota Provinsi Sumatera Barat tersebut tengah mempersiapkan langkah strategis untuk bergabung dalam Jejaring Kota Kreatif UNESCO pada tahun 2027, dengan fokus pada bidang gastronomi.

Predikat sebagai Kota Gastronomi dinilai bukanlah berlebihan. Kekayaan kuliner Padang lahir dari sejarah panjang perpaduan budaya yang hidup secara harmonis. Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Yenni Yuliza, menyebut bahwa gastronomi di daerah ini merupakan hasil integrasi antara budaya dan kuliner yang menjadi bagian penting dari warisan daerah.

“Gastronomi itu merupakan perpaduan budaya dan kuliner yang menjadi bagian dari kekayaan warisan Kota Padang. Hal ini perlu terus didorong melalui berbagai sektor agar identitas Kota Padang sebagai kota gastronomi semakin kuat,” ujarnya kepada Padangkita, Selasa (16/6/2026).

Akulturasi Empat Etnis dalam Kekayaan Kuliner

Sejarah Kota Padang tidak bisa dilepaskan dari keberagaman budaya yang membentuknya. Konsep “Padang jalan berempat” menggambarkan perpaduan harmonis empat kelompok etnis utama, yakni Minangkabau, India, Tionghoa, dan Nias. Interaksi budaya ini kemudian melahirkan berbagai warisan budaya tak benda, seperti Tari Balanse Madam dan seni Gamad dari etnis Nias, Barongsai dari Tionghoa, Makan Bajamba dari Minangkabau, hingga tradisi Serak Gulo dari keturunan India Tamil.

Dari semua bentuk interaksi tersebut, bidang kuliner menjadi salah satu yang paling kuat terasa. Beragam rumah makan di Kota Padang menyajikan hidangan yang dipengaruhi budaya lintas etnis, namun tetap mempertahankan ciri khas lokal.

“Keberagaman etnis ini tidak membuat masing-masing budaya berdiri sendiri dalam makanan, tetapi justru memperkaya kuliner khas Padang,” tambahnya.

Ia juga mencontohkan pengaruh budaya Tionghoa yang terlihat pada beberapa hidangan nasi Padang versi peranakan di sejumlah kedai. Sementara itu, pengaruh India tampak pada penggunaan rempah yang kuat dalam beberapa sajian seperti soto Garuda, soto Rajawali, hingga martabak Malabar. Kuatnya penggunaan rempah inilah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, termasuk dari luar negeri.

Dorongan untuk UMKM dan Pendapatan Daerah

Upaya menuju pengakuan internasional ini tidak hanya berorientasi pada prestise semata, tetapi juga menjadi strategi pemerintah daerah dalam memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata dan jasa.

Pemerintah kota menilai bahwa branding sebagai Kota Gastronomi akan memberikan dampak berantai bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat. Semakin dikenal kuliner lokal, maka semakin besar pula minat wisatawan untuk berkunjung.

“Ketika kita mengangkat potensi ini dan memperkenalkannya melalui berbagai media, orang akan tertarik untuk mencoba langsung. Biasanya kalau ada makanan yang viral, orang akan datang ke daerah tersebut untuk mencicipinya. Harapannya, dengan menjadi Kota Gastronomi, UMKM semakin berkembang, wisatawan meningkat, dan PAD ikut terdongkrak,” jelasnya.

Saat ini, Pemko Padang tengah menyusun dokumen pengajuan untuk mengikuti seleksi nasional Jejaring Kota Kreatif. Dari 17 kota yang bersaing di sub sektor ekonomi kreatif, hanya dua kota yang akan diajukan ke tingkat internasional.

“Kami berharap Padang bisa mewakili Indonesia sebagai kota gastronomi. Mudah-mudahan pada tahun ini bisa lolos, sehingga pada 2027 dapat melangkah ke UNESCO dan memperoleh pengakuan dunia,” tambahnya optimistis.

Perjalanan menuju panggung global ini menunjukkan bahwa kuliner bukan sekadar soal rasa, tetapi juga menjadi sarana pemersatu budaya sekaligus penggerak ekonomi masyarakat. Kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci penting untuk mewujudkan cita-cita tersebut.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update