Padang, Rakyatterkini.com - Semen Padang FC kembali melakukan langkah penting dengan menunjuk Nil Maizar sebagai pelatih kepala untuk menghadapi kompetisi musim mendatang. Kembalinya pelatih senior tersebut sekaligus mengakhiri perantauannya selama kurang lebih sembilan tahun di berbagai klub sepak bola Indonesia.
Bagi Semen Padang FC, kepulangan Nil Maizar ke Ranah Minang bukan sekadar urusan profesional, melainkan sebuah panggilan hati yang memiliki makna emosional mendalam. Ia menegaskan bahwa melatih tim berjuluk Kabau Sirah tersebut merupakan tanggung jawab besar sebagai putra daerah.
“Saya orang yang sangat mencintai kampung halaman. Setelah cukup lama merantau, ada kebahagiaan tersendiri bisa kembali ke rumah dan kembali menangani Semen Padang. Ini bukan pekerjaan ringan, tetapi justru penuh tantangan dan tanggung jawab besar,” ujar Nil Maizar dalam sesi wawancara resmi.
Sebelum kembali ke klub asalnya, pelatih berusia 56 tahun itu telah menambah banyak pengalaman dengan menangani sejumlah tim di Tanah Air, seperti Persikabo, Dewa United, Persela Lamongan, Sumsel United, hingga PSMS Medan.
Ia juga menekankan bahwa membangun sebuah tim yang solid membutuhkan banyak faktor yang saling mendukung. Menurutnya, ada empat elemen penting yang harus diperhatikan, yaitu kualitas manajemen, kualitas pelatih, kualitas pemain, serta kualitas program kerja tim.
“Untuk membentuk tim yang kuat tidaklah mudah. Semua harus berjalan seimbang, mulai dari manajemen, pelatih, pemain, hingga program yang dijalankan,” jelasnya.
Dalam menjalankan tugas barunya, Nil Maizar juga akan didampingi oleh staf kepelatihan yang memiliki kompetensi di bidangnya agar program tim dapat berjalan lebih terarah.
Tantangan lain yang dihadapi Semen Padang FC musim ini adalah harus menjalani laga kandang di luar Sumatra Barat, tepatnya di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi. Namun, kondisi tersebut dianggap Nil sebagai bagian dari “perantauan” yang harus dijalani dengan semangat juang tinggi demi membawa nama daerah.
Menurutnya, merantau adalah kesempatan untuk membuktikan kualitas sekaligus mengharumkan nama Sumatra Barat agar para pendukung di mana pun berada tetap bangga terhadap tim kebanggaan mereka.
Rekam jejak Nil Maizar bersama Semen Padang FC juga cukup gemilang. Saat masih aktif sebagai pemain, ia pernah dipercaya menjadi kapten tim dan sukses membawa Semen Padang meraih gelar Piala Galatama pada 1992 di bawah arahan pelatih Suhatman Iman.
Ketika beralih menjadi pelatih, ia kembali mencatat prestasi dengan membawa Kabau Sirah menjuarai Indonesia Premier League (IPL) musim 2011/2012. Kesuksesan tersebut kemudian mengantarkannya menjadi pelatih tim nasional Indonesia di ajang Piala AFF 2012 di Malaysia. Ia juga pernah memimpin tim dalam final Piala Jenderal Sudirman yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno dengan dukungan puluhan ribu suporter.
Kini, ia kembali memulai perjalanan baru bersama klub yang membesarkan namanya dengan membawa filosofi bahwa sepak bola tidak hanya soal strategi, tetapi juga soal hubungan dan kerja sama antar manusia.
“Sepak bola itu kerja hati, komunikasi, kolaborasi, dan saling memahami satu sama lain,” tegasnya.
Nil Maizar berharap dukungan penuh dari masyarakat Sumatra Barat serta para suporter setia tetap mengalir kepada tim, agar Semen Padang FC bisa terus bersaing di level tertinggi kompetisi.


