Notification

×

Iklan

Meteor Meledak di Langit AS, Warga Panik Terdengar Dentuman Keras

Selasa, 02 Juni 2026 | 12:27 WIB Last Updated 2026-06-02T05:27:00Z

Meteor menabrak atmosfer bumi dengan kecepatan 120.700 km per jam.

Jakarta, Rakyatterkini.com – Sebuah meteor berkecepatan sangat tinggi dilaporkan memasuki atmosfer Bumi dan memicu ledakan besar di wilayah timur laut Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (30/5/2026). 

Peristiwa tersebut menghasilkan energi setara sekitar 300 ton TNT dan menimbulkan suara dentuman keras yang terdengar hingga membuat warga di sejumlah daerah panik.

Badan antariksa Amerika Serikat, NASA, menjelaskan bahwa meteor itu melaju dengan kecepatan sekitar 120.700 km per jam sebelum akhirnya hancur di atmosfer pada ketinggian kurang lebih 64 kilometer. Fenomena ini terjadi di atas wilayah Massachusetts bagian timur laut serta New Hampshire bagian tenggara pada pukul 14.06 waktu setempat.

Wakil Kepala Pemberitaan NASA, Jennifer Dooren, menegaskan bahwa objek tersebut merupakan meteor alami yang masuk ke atmosfer Bumi. Ia juga memastikan bahwa kejadian ini tidak berkaitan dengan hujan meteor yang sedang berlangsung, serta bukan berasal dari sampah antariksa maupun satelit yang kembali ke Bumi.

“Bola api ini tidak terkait dengan hujan meteor aktif saat ini, melainkan objek alami, bukan puing luar angkasa atau satelit yang masuk kembali ke atmosfer,” ujar Dooren kepada AFP.

Dentuman yang ditimbulkan dari ledakan meteor tersebut mengejutkan masyarakat setempat. Banyak warga melaporkan suara keras seperti ledakan besar yang bahkan menyebabkan getaran ringan pada sejumlah bangunan melalui media sosial.

Meski demikian, peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan berarti. Namun, kejadian tersebut kembali mengingatkan publik pada insiden meteor besar yang pernah terjadi di Rusia pada tahun 2013.

Saat itu, sebuah bola api melintasi langit Chelyabinsk sebelum meledak pada ketinggian sekitar 22,5 kilometer. Ledakan tersebut diperkirakan memiliki kekuatan sekitar 440.000 ton TNT, jauh lebih besar dibandingkan peristiwa di Amerika Serikat kali ini.

Dampaknya kala itu cukup parah, dengan lebih dari 518 kilometer persegi area mengalami kerusakan kaca pecah, serta lebih dari 1.600 orang mengalami luka-luka, sebagian besar akibat pecahan kaca yang beterbangan akibat gelombang kejut ledakan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update