Notification

×

Iklan

Mahyeldi Ajak Mahasiswa Minang Siap Hadapi Indonesia Emas 2045

Senin, 08 Juni 2026 | 06:24 WIB Last Updated 2026-06-07T23:32:37Z

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah

Padang, Rakyatterkini.com — Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mengajak mahasiswa asal Minangkabau untuk mempersiapkan diri menjadi sumber daya manusia unggul yang mampu bersaing di tingkat global dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045.

Ajakan tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara dalam seminar nasional bertema “Merajut Intelektualitas, Karier, dan Identitas Menuju Indonesia Emas” yang digelar oleh Ikatan Mahasiswa Minang Pascasarjana Bandung di Gedung CRCS Institut Teknologi Bandung pada Minggu (7/6/2026).

Dalam forum itu, Mahyeldi hadir sebagai pembicara utama bersama Fasli Jalal yang kini menjabat Rektor Universitas YARSI, serta pengusaha Minangkabau, Michael Simon.

Mahyeldi menegaskan kekuatan Indonesia di masa depan tidak lagi bertumpu pada kekayaan alam, melainkan pada kualitas sumber daya manusia. Ia mencontohkan banyak negara maju berhasil berkembang karena investasi pada pembangunan manusia.

Menurutnya, masa depan bangsa sangat dipengaruhi oleh kualitas pola pikir, karakter, kreativitas, serta kemampuan generasi muda dalam menghadapi tantangan global. Oleh karena itu, pembangunan manusia harus menjadi fokus utama, sementara pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur harus bermuara pada peningkatan kualitas SDM yang produktif dan inovatif.

Ia juga mengingatkan bonus demografi yang dimiliki Indonesia bisa menjadi peluang besar jika generasi mudanya memiliki keterampilan dan kesiapan. Namun, jika tidak dikelola dengan baik, hal tersebut justru berpotensi menimbulkan masalah sosial seperti meningkatnya pengangguran.

Selain itu, Mahyeldi menyoroti perkembangan pesat teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), yang telah mengubah berbagai aspek kehidupan. Ia menilai generasi muda harus terus belajar, mampu beradaptasi, serta bekerja sama untuk menciptakan solusi di tengah perubahan yang cepat.

Ia menambahkan, meskipun ijazah tetap penting, semangat belajar sepanjang hayat jauh lebih menentukan keberhasilan. Menurutnya, masa depan akan dimenangkan oleh mereka yang mampu beradaptasi dengan cepat, bukan semata-mata oleh yang paling cerdas.

Dalam kesempatan tersebut, Mahyeldi juga menekankan pentingnya menjaga identitas budaya sebagai kekuatan dalam menghadapi persaingan global. Nilai-nilai khas Minangkabau seperti tradisi merantau, musyawarah, dan penghargaan terhadap pendidikan dinilai relevan untuk menjawab tantangan zaman.

Ia menegaskan menjadi generasi Minang saat ini bukan hanya soal melestarikan tradisi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata melalui ilmu, inovasi, kepemimpinan, dan karya yang berdampak.

Mahyeldi menutup pemaparannya dengan menyatakan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi negara maju pada 2045. Ia optimistis generasi muda saat ini akan menjadi bagian penting dalam mewujudkan cita-cita tersebut, selama mereka mau mempersiapkan diri sejak sekarang.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update