Padang, Rakyatterkini.com – Proses pemulangan jemaah haji Debarkasi Padang kini sudah memasuki fase akhir. Kedatangan Kelompok Terbang (Kloter) 13 di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pada Kamis (18/6/2026) menandai bahwa hanya satu kloter terakhir yang masih berada di Arab Saudi.
Kloter 13 diberangkatkan dari Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah, dan tiba di BIM menggunakan pesawat Garuda Indonesia Boeing 777 dengan nomor penerbangan GIA 3813 pada pukul 09.46 WIB.
Kedatangan para jemaah disambut oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat, M. Rifki, bersama Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman, Ketua DPRD Kota Payakumbuh, Kakan Kemenhaj Kota Padang Zulfahmi, Kemenhaj Tanah Datar, serta PPIH Debarkasi Padang.
M. Rifki menyampaikan rasa syukur atas kepulangan Kloter 13. Dengan tibanya rombongan tersebut, tinggal satu kloter lagi yang belum kembali ke Tanah Air.
“Alhamdulillah hari ini kita telah menerima kedatangan jemaah haji Kloter 13. Artinya, masih tersisa satu kloter lagi yang akan kita sambut di Debarkasi Padang,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan ibadah haji tahun ini, baik pada tahap keberangkatan maupun pemulangan, berjalan dengan baik dan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.
“Secara umum seluruh proses, mulai dari keberangkatan hingga pemulangan, berjalan lancar dan sesuai harapan. Penerbangan juga berlangsung tepat waktu, baik saat berangkat maupun pulang,” tambahnya.
Menurutnya, kelancaran ini tidak lepas dari kerja sama berbagai pihak, mulai dari petugas haji, pemerintah daerah, maskapai penerbangan, hingga instansi pendukung lainnya.
Meski demikian, Rifki menyebut masih ada sejumlah jemaah yang menjalani perawatan di rumah sakit di Arab Saudi, baik di Makkah maupun Jeddah.
“Kami masih menerima laporan adanya jemaah yang dirawat. Harapannya, pada pemulangan kloter terakhir nanti mereka sudah pulih dan bisa kembali bersama Kloter 14,” katanya.
Ia juga mengimbau keluarga jemaah agar tetap tenang, karena seluruh jemaah yang sakit tetap dalam pengawasan pemerintah.
“Jika belum memungkinkan terbang bersama kloternya, mereka akan dipulangkan melalui kloter lain. Bahkan setelah operasional haji selesai, pemerintah tetap bertanggung jawab hingga seluruh jemaah kembali ke Indonesia,” tegasnya.
Rifki menambahkan, Kementerian Haji dan Umrah melalui Kantor Urusan Haji Indonesia di Arab Saudi terus memantau kondisi jemaah hingga dinyatakan layak untuk pulang.
“Jadi keluarga tidak perlu khawatir. Semua jemaah yang sakit tetap mendapatkan pendampingan sampai bisa kembali ke Tanah Air,” jelasnya.
Kloter 13 sendiri terdiri dari 390 jemaah dan petugas yang berasal dari Kota Padang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kota Payakumbuh. Dari jumlah tersebut, 114 orang merupakan jemaah lanjut usia.
Rombongan ini didampingi oleh Ketua Kloter Endra Rinaldi, Pembimbing Ibadah Helmi Zuldi Idrus, dokter Irham Adhani Siregar, paramedis Dini Safitri, serta dua Petugas Haji Daerah, yaitu Irnaldi Amir Bais dan Ozi Yuliandra.
Dalam catatan operasional, terdapat satu jemaah yang dipulangkan lebih awal melalui Kloter 09 karena kondisi kesehatan, yaitu Andriana Jayusman Jama (67) asal Kota Payakumbuh.
Sementara itu, satu jemaah Kloter 13, yakni Nurjasmi Tamar Hamzah (69), juga asal Payakumbuh, wafat di Makkah akibat cardiogenic shock.
Dengan kedatangan Kloter 13, total 5.071 jemaah dan petugas Debarkasi Padang telah kembali ke Indonesia dari 5.374 orang yang diberangkatkan dalam 14 kloter.
Masih tersisa 303 jemaah yang tergabung dalam Kloter 14 yang berada di Arab Saudi. Kloter ini akan menjadi rombongan terakhir yang menutup rangkaian pemulangan haji Debarkasi Padang tahun 2026.(da*)


