Jakarta, Rakyatterkini.com – Ratusan anak tampak antusias mengikuti kegiatan khitanan massal yang diselenggarakan pemerintah daerah dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK sekaligus Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun. Tingginya minat masyarakat membuat jumlah peserta bahkan melampaui target yang sebelumnya ditetapkan panitia.
Wakil Bupati Madiun, dr. Purnomo Hadi, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut digelar di tiga titik berbeda agar dapat menjangkau masyarakat secara lebih merata di seluruh wilayah kabupaten.
Tiga lokasi pelaksanaan itu berada di RSUD Dolopo untuk wilayah selatan, Sendangrejo untuk wilayah tengah, serta RSUD Caruban yang melayani peserta dari wilayah utara.
“Di RSUD Dolopo ada 135 anak, sementara di wilayah tengah dan utara masing-masing sekitar 100 anak. Sebenarnya target awal kami di tiap lokasi hanya 100 peserta, tetapi animo masyarakat sangat tinggi,” ungkapnya.
Dokter Pur, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa seluruh anak yang sudah mendaftar tetap akan mendapatkan layanan meskipun jumlah peserta melebihi kuota yang direncanakan.
Ia yang pernah menjabat Dirut RSUD Dolopo itu juga menjelaskan bahwa khitanan massal memiliki nilai penting, baik dari sisi keagamaan maupun kesehatan. Dalam pandangan agama, khitan telah menjadi tradisi sejak zaman Nabi Ibrahim dan hingga kini masih dijalankan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat.
Dari sisi medis, khitan juga memberikan banyak manfaat bagi kesehatan laki-laki, termasuk membantu mengurangi risiko berbagai penyakit saat dewasa maupun setelah berkeluarga.
“Khitan juga menjadi tanda bahwa anak-anak telah memasuki masa baligh. Harapan kami, anak-anak Kabupaten Madiun dapat tumbuh menjadi generasi yang berakhlak, memiliki semangat juang, dan kelak melanjutkan pembangunan daerah,” katanya.
Ia menambahkan bahwa program tersebut terbuka untuk seluruh warga Kabupaten Madiun tanpa membedakan latar belakang sosial maupun ekonomi.
“Prinsipnya untuk masyarakat Kabupaten Madiun. Kami tidak membedakan status sosial, siapa pun yang ingin ikut akan tetap kami layani,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Purnomo juga memaparkan rangkaian kegiatan Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun yang dirancang agar memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Selain khitanan massal, Pemkab Madiun juga menggelar kegiatan Sepasar ing Madiun (Sepasma) di tiga lokasi. Kegiatan ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan budaya, kearifan lokal, sekaligus mempromosikan produk UMKM.
Ia menilai kegiatan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Hal ini terlihat dari pembukaan acara di Sareng yang dipadati pengunjung dan transaksi pelaku UMKM yang meningkat.
“Saya sempat berbincang dengan salah satu pelaku UMKM, dan mereka mengatakan dalam satu malam bisa meraih omzet sekitar Rp2 juta. Ini menunjukkan potensi ekonomi masyarakat sangat besar,” ujarnya.
Purnomo berharap seluruh rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Madiun dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan kreativitas masyarakat, serta memperkuat kesejahteraan warga melalui pengembangan UMKM dan pelestarian budaya lokal.(da*)


