Notification

×

Iklan

Kapal Kargo Diserang di Selat Hormuz, Evakuasi IMO Ditunda

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:42 WIB Last Updated 2026-06-26T16:42:00Z

Ilustrasi

Jakarta, Rakyatterkini.com – Sebuah kapal kargo dilaporkan menjadi sasaran serangan ketika melintas di Selat Hormuz. Insiden tersebut mendorong Organisasi Maritim Internasional (IMO) di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menghentikan sementara program evakuasi kapal dan muatan yang masih tertahan di kawasan tersebut.

Berdasarkan laporan Al Jazeera pada Jumat (26/6/2026), informasi mengenai serangan pertama kali diterima oleh United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO). Menurut otoritas maritim Inggris itu, kapal tersebut terkena hantaman proyektil di sisi kanan lambung saat berada sekitar 14 kilometer atau 7,5 mil laut di tenggara Pelabuhan Dahit, Oman.

Sementara itu, sumber keamanan maritim yang dikutip Reuters menyebut kapal kemungkinan diserang menggunakan pesawat nirawak (drone). Hingga kini belum diketahui secara pasti pihak yang berada di balik serangan tersebut.

Laporan keamanan mengidentifikasi kapal yang menjadi korban sebagai kapal kontainer berbendera Singapura, Ever Lovely. Kapal tersebut diperkirakan berlayar secara mandiri dan tidak termasuk dalam armada yang mengikuti skema evakuasi yang dikoordinasikan oleh IMO.

Insiden ini terjadi hanya beberapa jam setelah Iran mengeluarkan perintah agar kapal-kapal tidak melintasi Selat Hormuz tanpa memperoleh izin dari pemerintah di Teheran.

Menurut perusahaan keamanan maritim Inggris, Ambrey, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sebelumnya memerintahkan dua kapal berbendera Panama untuk mengubah jalur pelayaran mereka pada Kamis (25/6/2026) pagi.

Setelah itu, Otoritas Selat Teluk Persia (PGSA) yang dibentuk Iran untuk mengelola lalu lintas di Selat Hormuz menegaskan bahwa kapal yang berlayar di luar jalur resmi tidak akan mendapatkan perlindungan keamanan. Pernyataan tersebut mengisyaratkan bahwa kapal yang melanggar ketentuan berpotensi menghadapi risiko serangan.

Melalui akun resminya di platform X, PGSA menyatakan bahwa seluruh konsekuensi akibat penggunaan rute yang tidak sah sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemilik kapal, operator, maupun nakhoda.

IMO Tunda Evakuasi Kapal di Selat Hormuz

Sejak Selasa (23/6/2026), IMO telah menjalankan operasi untuk mengevakuasi sekitar 600 kapal beserta kurang lebih 11.000 awak kapal yang terjebak akibat penutupan Selat Hormuz selama konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Dalam pelaksanaannya, organisasi tersebut menyediakan dua jalur pelayaran keluar dari kawasan Teluk. Jalur pertama melewati perairan Iran, sedangkan jalur lainnya melalui wilayah perairan Oman dengan pengawasan dari Amerika Serikat.

Namun, pada Kamis (25/6/2026), Sekretaris Jenderal IMO, Arsenio Dominguez, memutuskan untuk menunda sementara pelaksanaan evakuasi setelah muncul laporan mengenai serangan terhadap kapal berbendera Singapura tersebut.

Dominguez menjelaskan bahwa keputusan itu diambil untuk memastikan kembali seluruh jaminan keselamatan bagi kapal-kapal yang masuk dalam daftar evakuasi maupun kapal lain yang masih berada di kawasan Selat Hormuz.

IMO menegaskan proses evakuasi kapal dan muatan akan kembali dilanjutkan apabila situasi keamanan telah dipastikan kondusif. Sebelum operasi dimulai kembali, organisasi tersebut akan melakukan verifikasi menyeluruh terhadap kondisi pelayaran guna memastikan seluruh jalur navigasi aman bagi kapal-kapal yang melintas.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update