Notification

×

Iklan

Harga Sawit Mulai Naik, Petani Kembali Optimistis

Jumat, 19 Juni 2026 | 18:19 WIB Last Updated 2026-06-19T11:19:00Z

Menteri Pertanian (Mentan) RI, Amran Sulaiman.

Jakarta, Rakyatterkini.com – Langkah pemerintah dalam melindungi jutaan petani kelapa sawit mulai membuahkan hasil positif. Harga tandan buah segar (TBS) di sejumlah daerah dilaporkan perlahan mengalami kenaikan dan kembali mendekati standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah.

Kenaikan harga ini tidak lepas dari berbagai upaya yang dilakukan Kementerian Pertanian di bawah kepemimpinan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, serta dukungan dari Satgas Pangan Polri.

Upaya tersebut diwujudkan melalui sedikitnya tiga kali pertemuan intensif yang melibatkan pemerintah, pelaku industri, asosiasi, hingga perwakilan petani sawit. Tujuannya adalah memastikan harga TBS di tingkat petani kembali sesuai dengan mekanisme pasar yang sebenarnya, setelah sebelumnya sempat anjlok meski harga minyak sawit mentah (CPO) global dan nilai tukar dolar AS justru mengalami kenaikan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa sebagian besar perusahaan sawit kini telah menyesuaikan harga pembelian TBS dari petani. Berdasarkan laporan harian Kementerian Pertanian, tingkat kepatuhan perusahaan dalam menaikkan harga terus menunjukkan peningkatan yang signifikan.

Ia menyebutkan, sebelumnya terdapat sekitar 270 perusahaan yang belum mengikuti ketentuan harga yang berlaku. Namun, saat ini jumlah tersebut telah berkurang menjadi sekitar 130 perusahaan.

“Sekarang tinggal sekitar 130 perusahaan. Jumlahnya sudah jauh berkurang. Yang belum menyesuaikan tetap akan diperiksa. Secara umum sinyal kenaikan sudah terlihat, tetapi pengawasan tetap dilakukan di seluruh wilayah Indonesia,” ujarnya.

Amran menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada pemulihan harga, tetapi juga akan terus melakukan pengawasan agar tren kenaikan ini dapat bertahan dan tidak kembali merugikan petani di masa mendatang.

Menurutnya, kebijakan ini merupakan bagian dari arahan Presiden untuk memastikan keberpihakan kepada petani sawit yang jumlahnya mencapai sekitar 15 juta orang di seluruh Indonesia.

Selain itu, pemerintah bersama Satgas Pangan Polri juga terus mengawal tata niaga sawit agar berjalan lebih transparan, adil, dan sehat. Pengawasan difokuskan pada perusahaan yang diduga masih membeli TBS di bawah harga acuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah.

Di sejumlah wilayah sentra sawit, harga TBS kini dilaporkan mulai merangkak naik dan mendekati harga acuan. Kondisi ini memberikan angin segar bagi para petani setelah sebelumnya mengalami tekanan harga yang cukup signifikan.

Pemerintah menegaskan akan terus berperan aktif sebagai pengawas guna menjaga keseimbangan antara kepentingan petani dan pelaku usaha, sekaligus memastikan keberlanjutan industri sawit nasional tetap terjaga.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update