Notification

×

Iklan

Gubernur Sumbar Ajak Percepat Pemulihan Lingkungan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 01:38 WIB Last Updated 2026-06-12T18:38:00Z

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah bersama foto bersama pihak terkait 

Padang, Rakyatterkini.com— Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menegaskan bahwa upaya pemulihan lingkungan tidak bisa lagi ditunda setelah bencana banjir dan longsor menimbulkan kerusakan besar di berbagai daerah.

Ia menilai, peristiwa bencana tersebut menjadi pengingat penting bahwa biaya untuk menjaga lingkungan jauh lebih ringan dibandingkan dengan biaya pemulihan akibat kerusakan.

Pernyataan itu disampaikan Mahyeldi saat memimpin penanaman 1.000 pohon di kawasan Hutan Kota Malvinas, daerah sempadan Sungai Batang Kuranji, Kota Padang, Jumat (12/6/2026). Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia sekaligus pemulihan kawasan yang terdampak banjir besar pada akhir tahun lalu.

“Tidak boleh ditunda lagi. Kita harus mulai sekarang untuk pengendalian iklim karena ini berkaitan langsung dengan keberlangsungan hidup manusia,” ujar Mahyeldi.

Kegiatan yang digagas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sumbar tersebut melibatkan ratusan peserta dari berbagai unsur, mulai dari pemerintah, BUMN, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas lingkungan, pelajar, hingga organisasi masyarakat.

Mahyeldi menekankan bahwa kerja sama lintas sektor sangat penting untuk membangun kembali kesadaran menjaga lingkungan, yang menurutnya harus menjadi budaya bersama, terutama bagi generasi muda.

“Alhamdulillah kita bisa berkumpul hari ini. Ini bukan sekadar peringatan Hari Lingkungan Hidup, tetapi juga upaya membangun kepedulian terhadap sampah, penanaman pohon, serta menjaga dan merawat lingkungan untuk diwariskan kepada generasi berikutnya,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat sudah merasakan langsung dampak dari kerusakan lingkungan.

“Kita sudah merasakan akibatnya. Ketika lingkungan rusak, yang terjadi adalah banjir, longsor, dan kerusakan yang semakin meluas. Karena itu kepedulian lingkungan harus menjadi bagian dari kehidupan kita,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Mahyeldi turut menyoroti kondisi Sungai Batang Kuranji yang mengalami pendangkalan akibat sedimentasi setelah banjir.

“Jika lingkungan rusak, maka dampaknya seperti ini: banjir, longsor, dan sungai menjadi dangkal. Jika sedimentasi tidak segera ditangani, saat hujan deras air tidak tertampung dan risiko banjir akan semakin besar,” jelasnya.

Ia menambahkan, kerusakan akibat bencana tidak hanya merusak infrastruktur dan permukiman, tetapi juga mengganggu ekosistem lingkungan.

“Saya melihat banyak pohon di kawasan ini yang mati. Dulu Malvinas sangat hijau. Ini membuktikan bahwa banjir tidak hanya berdampak pada manusia, tetapi juga pada ekosistem alam,” ucapnya.

Mahyeldi juga menyebutkan bahwa total kerugian akibat banjir dan longsor di Sumbar beberapa waktu lalu diperkirakan mencapai sekitar Rp33 triliun.

“Kerusakan dan kerugian akibat banjir dan longsor itu mencapai kurang lebih Rp33 triliun. Angka ini menunjukkan bahwa menjaga lingkungan jauh lebih murah dibanding memperbaikinya,” katanya.

Selain itu, Gubernur mengingatkan agar kawasan sempadan sungai yang telah dibebaskan tidak kembali dijadikan permukiman demi mengurangi risiko bencana di masa mendatang.

Sementara itu, Kepala DLH Sumbar menjelaskan bahwa kegiatan penanaman ini merupakan bagian dari rehabilitasi kawasan sempadan Sungai Batang Kuranji yang sebelumnya terdampak banjir hingga sekitar dua meter dan menyebabkan ratusan pohon mati.

Sebanyak 1.000 bibit pohon ditanam dengan melibatkan sekitar 250 peserta dari berbagai instansi, seperti OPD provinsi dan kota, instansi vertikal, BUMN, BUMD, perusahaan, komunitas, organisasi masyarakat, hingga kelompok sadar wisata (Pokdarwis).

Bibit pohon tersebut berasal dari berbagai pihak, di antaranya BPDAS Agam Kuantan, Dinas Kehutanan, PT Semen Padang, PT Incasi Raya Group, PT Pertamina Patra Niaga, PLN UID Sumbar, PLN PLTU Teluk Sirih, PTPN IV Regional 4, PT Supreme Energy Muara Laboh, serta sejumlah perusahaan lainnya.

Ketua Pokdarwis Kota Padang, Renaldo Saputra Leo, berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi seremonial, tetapi juga awal kerja sama jangka panjang dalam pemulihan kawasan.

“Harapan kami kegiatan ini tidak berhenti sebagai seremoni. Kami ingin Hutan Kota Malvinas berkembang menjadi Green Forest City yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus ekonomi masyarakat,” ujarnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update