Notification

×

Iklan

Dua Pendaki Semeru Selamat, Satu Masih Terjebak

Jumat, 05 Juni 2026 | 23:19 WIB Last Updated 2026-06-05T16:19:00Z

Tim SAR gabungan mengevakuasi dua dari tiga pendaki ilegal 

Jakarta, Rakyatterkini.com – Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi dua dari tiga pendaki yang diketahui memasuki kawasan Gunung Semeru secara ilegal setelah terjatuh ke jurang. Saat ini, kedua korban telah dibawa ke Puskesmas Ampelgading, Kabupaten Malang, Jawa Timur, untuk mendapatkan perawatan medis.

Sementara itu, satu pendaki lainnya masih berada di dalam jurang karena mengalami cedera pada bagian kaki, diduga berupa patah tulang atau dislokasi.

Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS), Bambang Suryono, menjelaskan bahwa dua pendaki yang selamat telah tiba di posko evakuasi di permukiman warga pada Jumat (5/6/2026) sekitar pukul 00.07 WIB bersama tim penyelamat.

Ia menyampaikan bahwa kondisi kedua korban secara umum cukup baik, meskipun pemeriksaan lanjutan masih terus dilakukan oleh tenaga medis di Puskesmas Ampelgading.

Lebih lanjut, Bambang mengungkapkan bahwa ketiga pendaki remaja tersebut masuk ke kawasan konservasi melalui jalur tidak resmi, yakni Candi Jawar yang berada di Desa Argoyuwono, Kecamatan Ampelgading. Jalur tersebut memang tidak diperuntukkan bagi aktivitas pendakian karena statusnya ilegal dan telah ditutup untuk umum.

Insiden bermula ketika salah satu pendaki berinisial C (18) kehilangan keseimbangan hingga terjatuh ke dalam jurang yang cukup dalam. Korban sempat menghubungi orang tuanya melalui ponsel untuk meminta bantuan darurat sebelum akhirnya kehilangan kontak karena perangkatnya kehabisan daya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak Koramil Tirtoyudo dan Ampelgading segera berkoordinasi dengan warga sekitar untuk melakukan upaya pencarian dan evakuasi.

Tim evakuasi tahap awal, yang juga melibatkan ayah korban, langsung menuju lokasi berdasarkan titik koordinat terakhir dari ponsel korban. Setelah proses pencarian, korban akhirnya ditemukan pada Selasa pagi (2/6/2026).

Meski lokasi korban telah diketahui sejak beberapa hari sebelumnya, proses evakuasi berjalan cukup lama karena kondisi medan di lereng barat Semeru yang sangat curam dan berbahaya. Selain itu, proses penyelamatan membutuhkan peralatan khusus untuk teknik vertical rescue.

Bambang menambahkan bahwa hingga kini proses evakuasi terhadap korban berinisial C masih terus dilakukan dengan sangat hati-hati mengingat kondisinya yang mengalami cedera pada kaki. Tim penyelamat berupaya maksimal agar korban dapat diangkat dengan aman dari dasar jurang.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update