Jakarta, Rakyatterkini.com – Kejadian tragis mengguncang warga Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jawa Timur. Seorang siswa SMP berinisial FAH (15) ditemukan meninggal dunia setelah diduga mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di kamar mandi rumahnya.
Remaja yang duduk di bangku kelas 3 SMP itu diduga mengalami tekanan mental yang cukup berat. Salah satu pemicunya adalah kerusakan pada laptop yang biasa ia gunakan untuk mengikuti ujian sekolah.
Dari keterangan yang dihimpun, korban pertama kali ditemukan oleh ayah kandungnya, HF (44), pada Kamis (4/6/2026) sekitar pukul 01.20 WIB. Saat itu, korban ditemukan dalam kondisi tergantung.
Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Shobikin, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terungkap ketika sang ayah terbangun dan menyadari kamar anaknya dalam keadaan kosong. Merasa ada yang tidak biasa, ia kemudian mencoba memanggil korban berulang kali, namun tidak mendapat jawaban.
Setelah mencari ke beberapa sudut rumah tanpa hasil, kecurigaan muncul ketika mendapati pintu kamar mandi tertutup rapat. Ia kemudian mengintip dari celah dan melihat sesuatu yang mencurigakan seperti pakaian yang tergantung.
Merasa khawatir, HF langsung membuka paksa pintu kamar mandi tersebut. Ia pun terkejut saat mendapati anaknya sudah dalam posisi tergantung dengan tali yang melilit lehernya pada bagian rangka atap kamar mandi. Dalam kondisi panik, ia segera membangunkan istrinya.
Kedua orang tua korban kemudian berusaha menurunkan tubuh anaknya dengan memotong tali. Namun, saat proses evakuasi dilakukan, korban diketahui sudah tidak bernyawa.
Petugas kepolisian yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi pada pagi harinya untuk melakukan olah tempat kejadian perkara serta penyelidikan awal.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, baik dari sisi medis maupun kondisi psikologis, pihak kepolisian menduga korban mengalami depresi yang cukup berat hingga nekat mengakhiri hidupnya.
Diketahui, dalam beberapa hari terakhir korban tengah menghadapi ujian akhir sekolah. Namun, sehari sebelum ditemukan meninggal dunia, korban tidak masuk sekolah karena laptop miliknya mengalami kerusakan. Meski sempat berpamitan hendak mengikuti ujian, ia justru tidak pergi ke sekolah dan memilih menghabiskan waktu dengan melamun di rumah neneknya.(da*)


