Notification

×

Iklan

Diplomasi Budaya Minangkabau Jadi Jembatan Kerja Sama Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:45 WIB Last Updated 2026-06-13T17:56:46Z

Sekjen Kemenlu, Denny Abdi.

Bukittinggi, Rakyatterkini.com– Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri Denny Abdi menekankan pentingnya pemahaman budaya, seni, dan literasi—terutama warisan intelektual Minangkabau—sebagai penghubung utama dalam membangun kerja sama internasional serta memperkuat saling pengertian antarbangsa di tengah situasi global yang terus berkembang.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam seminar internasional bertajuk “100 Years of Jam Gadang: From Literacy to Legacy: Building Wealth, Peace and Sustainability Learning” yang digelar di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat.

Denny menegaskan bahwa penguatan hubungan antarnegara perlu berangkat dari pengenalan akar budaya masing-masing. Ia juga menyampaikan komitmen Kementerian Luar Negeri untuk membantu Pemerintah Kota Bukittinggi menindaklanjuti hasil forum tersebut agar dapat diwujudkan dalam langkah yang lebih konkret.

“Dalam kondisi dunia saat ini, kolaborasi dan saling memahami menjadi sangat penting. Negara-negara perlu menjadikan budaya sebagai jembatan untuk mempererat kerja sama,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (13/6/2026).

Ia menambahkan bahwa Sumatera Barat memiliki potensi besar di tingkat global, mulai dari keindahan alam, kekayaan tradisi, kuliner yang sudah dikenal luas, hingga banyaknya tokoh nasional yang berasal dari Minangkabau. Semua potensi tersebut dinilai sebagai modal penting dalam diplomasi budaya Indonesia.

Keberhasilan diplomasi tersebut juga terlihat dari meningkatnya partisipasi International Minangkabau Literacy Festival (IMLF). Jika pada 2023 hanya diikuti 12 negara, maka pada 2026 meningkat tajam menjadi 193 delegasi dari 37 negara. Lonjakan ini menunjukkan meningkatnya minat internasional sekaligus membuka peluang kerja sama di bidang pendidikan, pelestarian budaya, hingga pertukaran pengetahuan.

Ketua DPRD Bukittinggi yang turut membuka kegiatan tersebut juga memberikan apresiasi dan menegaskan bahwa Jam Gadang memiliki nilai sejarah penting bagi Indonesia sekaligus menjadi ikon kota yang berperan dalam mendorong sektor pariwisata, budaya, dan ekonomi lokal.

Selain diplomasi budaya, rangkaian kegiatan juga mencakup agenda akademik dan pengembangan infrastruktur berkelanjutan. Denny juga memberikan kuliah umum kepada sekitar 300 mahasiswa dan alumni Universitas Andalas, sekaligus menyaksikan penandatanganan MoU pendirian Pusat Studi Terowongan dan Infrastruktur Bawah Tanah (PUSTROIB) sebagai bentuk sinergi antara akademisi, pemerintah, dan industri.

Sebagai penutup, ia ikut serta dalam aksi penanaman 1.000 pohon di Bukittinggi bersama sekitar 100 delegasi internasional, perwakilan kementerian, serta pemerintah daerah sebagai upaya pelestarian lingkungan.

Rangkaian kegiatan IMLF kemudian ditutup dengan “Jam Gadang Fun Run 2026” yang diikuti sekitar 2.000 peserta, termasuk para duta besar dari Belanda, Vietnam, Bosnia dan Herzegovina, serta wakil duta besar Rwanda.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update