Notification

×

Iklan

Demo Mahasiswa di DPR RI Ricuh Sempat Terjadi Dorong-dorongan

Senin, 15 Juni 2026 | 16:40 WIB Last Updated 2026-06-15T09:40:00Z

Massa mahasiswa di DPR sempat terlibat aksi saling dorong dengan polisi

Jakarta, Rakyatterkini.com – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Cipayung Menggugat menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Jakarta, pada Senin (15/6/2026). Tak lama setelah tiba di lokasi, sekitar kurang dari 10 menit, massa aksi sempat terlibat aksi dorong-mendorong dengan aparat kepolisian.

Dari hasil pantauan di lapangan, para mahasiswa yang berasal dari PMKRI Jakarta Timur/Selatan, GMNI Jakarta Timur, LMND Jakarta Timur, serta Himapersis Jakarta Timur tiba sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka datang dengan membawa satu mobil komando yang dilengkapi bendera identitas masing-masing kelompok.

Setibanya di lokasi, para peserta aksi langsung menyampaikan orasi sambil mengangkat spanduk dan poster berisi tuntutan. Di sisi lain, aparat kepolisian juga memasang spanduk berisi imbauan di sekitar area aksi.

Dalam jalannya aksi, sejumlah mahasiswa sempat meletakkan ban di depan barisan massa dengan rencana untuk dibakar. Namun, polisi segera mengamankan ban tersebut guna mencegah terjadinya pembakaran.

Upaya pengamanan itu memicu aksi saling dorong antara mahasiswa dan aparat. Polisi berusaha menjauhkan ban dari sekitar mobil komando agar tidak digunakan dalam aksi pembakaran.

Situasi kemudian berangsur kondusif setelah aparat dan orator mengimbau massa untuk tidak terpancing provokasi. Hingga saat ini, aksi unjuk rasa masih berlangsung meski hujan turun di lokasi.

Sementara itu, arus kendaraan di Jalan Gatot Subroto tetap terpantau lancar karena massa aksi tidak turun ke badan jalan. Aparat kepolisian juga terus melakukan pengamanan di sekitar lokasi demonstrasi.

Di sisi lain, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyampaikan bahwa sebanyak 3.588 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan jalannya aksi di depan Gedung DPR RI.

Ia menegaskan, sesuai arahan Kapolda Metro Jaya, seluruh petugas diminta bertindak sabar, humanis, serta tidak mudah terprovokasi. Penyampaian aspirasi diharapkan dapat berlangsung dengan aman dan tertib.

“Dalam arahan tersebut, tidak ada penggunaan senjata api. Kami mengimbau semua pihak, baik peserta aksi maupun petugas, untuk menjaga keselamatan bersama serta tetap memperhatikan kepentingan masyarakat luas,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar peserta aksi tetap menjaga ketertiban, termasuk kelancaran lalu lintas dan fasilitas umum, sehingga aktivitas masyarakat lainnya tidak terganggu dan situasi tetap kondusif.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update