Notification

×

Iklan

Cuaca Sumbar Didominasi Hujan dan Kabut, Waspada Petir

Kamis, 25 Juni 2026 | 14:12 WIB Last Updated 2026-06-25T08:07:42Z

Ilustrasi

Padang, Rakyatterkini.com – Setelah hampir sepanjang hari diguyur hujan pada hari sebelumnya, kondisi cuaca di wilayah Sumatera Barat (Sumbar) pada Kamis (25/6/2026) diawali dengan langit yang masih tertutup awan tebal dan berwarna kelabu. 

Situasi ini menunjukkan potensi hujan masih cukup tinggi dalam beberapa waktu ke depan.

Pada pagi hari, hampir seluruh wilayah Sumbar masih diselimuti kabut tebal dengan jarak pandang yang terbatas. Beberapa daerah seperti Bukittinggi, Padang Panjang, Pariaman, serta Padang Pariaman terpantau mengalami kondisi berawan tebal.

Hingga sekitar pukul 10.00 WIB, kondisi berkabut dan udara yang cenderung kabur diperkirakan masih bertahan. Memasuki siang hari, sejumlah wilayah seperti Agam, Payakumbuh, Pariaman, Tanah Datar, Sijunjung, Dharmasraya, Solok Selatan, Padang, hingga Kepulauan Mentawai berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.

Sementara itu, hujan lebat yang disertai kilat dan petir diperkirakan dapat terjadi di wilayah Pasaman, Pasaman Barat, Lima Puluh Kota, Padang Pariaman, Kota Solok, serta Pesisir Selatan.

Kondisi hujan tersebut diprediksi masih berlanjut hingga sore hari. Bahkan di beberapa daerah seperti Sijunjung, Sawahlunto, dan Pesisir Selatan, intensitas hujan diperkirakan meningkat dari ringan menjadi lebat disertai petir.

Menjelang malam, cuaca Sumbar kembali didominasi kondisi berkabut dan udara kabur yang diperkirakan bertahan hingga pagi hari berikutnya.

Untuk suhu udara, wilayah Sumbar berkisar antara 17–23 derajat Celcius, dengan suhu terendah tercatat di Bukittinggi. Sementara suhu tertinggi berada di Kepulauan Mentawai dengan kisaran 24–29 derajat Celcius.

Kelembapan udara tercatat cukup tinggi, yakni antara 67 hingga 100 persen. Adapun kecepatan angin rata-rata berada di kisaran belasan kilometer per jam, dengan hembusan tertinggi mencapai sekitar 19 km/jam di wilayah Padang dan Kepulauan Mentawai, sedangkan yang terendah sekitar 7 km/jam di Kota Solok.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update