Tanah Datar, Rakyatterkini.com– Menjadi bagian dari pengurus Kerapatan Adat Nagari (KAN) di masa sekarang bukanlah tanggung jawab yang ringan. Selain menjaga kelangsungan adat dan budaya, para pengurus juga dituntut aktif dalam melindungi generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkoba serta pengaruh negatif budaya luar.
Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Tanah Datar, Eka Putra, saat menghadiri acara pengukuhan Pengurus KAN Nagari Pangian periode 2026–2032 yang berlangsung pada Rabu (24/6/2026) di halaman Kantor Wali Nagari Pangian, Kecamatan Lintau Buo.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital yang begitu pesat serta derasnya arus informasi menjadi tantangan besar dalam menjaga generasi muda. Oleh karena itu, upaya perlindungan tidak hanya menjadi tugas niniak mamak, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa tanggung jawab tersebut harus dipikul bersama. Meski tidak mudah, dengan tekad yang kuat, upaya menyelamatkan generasi muda dari narkoba dan dampak negatif budaya asing dapat diwujudkan.
Selain itu, Eka Putra berharap kepengurusan KAN yang baru mampu menjalin kerja sama dengan pemerintah nagari dan berbagai elemen masyarakat guna mendorong pembangunan serta kemajuan Nagari Pangian.
Di akhir sambutannya, ia mengucapkan selamat kepada para pengurus yang baru dilantik dan berharap mereka dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab demi kemajuan masyarakat serta kelestarian adat istiadat.
Sementara itu, Wali Nagari Pangian, Hijrah Adi Sukrial, menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya melestarikan adat dan budaya melalui berbagai program, seperti pelatihan pasambahan dan silek bagi masyarakat.
Ketua KAN Nagari Pangian yang baru, WD Engku Katib Mudo, juga menyatakan kesiapannya untuk menyelesaikan berbagai persoalan adat yang masih terjadi. Ia menyebutkan bahwa langkah awal yang akan dilakukan adalah menyusun Peraturan Kerapatan Adat Nagari yang baru sebagai pedoman dalam menyelesaikan persoalan adat di tengah masyarakat.
Ia menambahkan bahwa pihaknya juga akan memperkuat kelembagaan adat di tingkat suku dengan melengkapi struktur kepengurusan di masing-masing kaum. Hal ini bertujuan agar niniak mamak memiliki kekuatan dan kewibawaan dalam menjalankan fungsi adat.
Dalam kesempatan yang sama, tokoh masyarakat Khaidir AP Dt Tanaro menekankan pentingnya peran KAN sebagai wadah bagi masyarakat dalam mencari solusi atas berbagai persoalan adat. Ia berharap kepengurusan yang baru dapat menjalankan tugas secara optimal, termasuk menyelesaikan persoalan sako dan pusako yang masih menjadi perhatian masyarakat.
Ia juga menyatakan dukungan penuh terhadap pengurus yang baru dan berharap mereka mampu menjalankan amanah dengan baik serta memberikan solusi nyata bagi berbagai persoalan adat di Nagari Pangian.
Acara pengukuhan tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Dinas PMD PPKB, Camat Lintau Buo bersama unsur Forkopimca, niniak mamak, Bundo Kanduang, alim ulama, cadiak pandai, tokoh masyarakat, perantau, serta tamu undangan lainnya.(Farid)


