Notification

×

Iklan

Bali Disebut Jadi Jalur Utama Perdagangan Burung Ilegal

Selasa, 16 Juni 2026 | 01:34 WIB Last Updated 2026-06-15T18:34:00Z

Ilustrasi

Jakarta, Rakyatterkini.com - Organisasi Flight Protecting Indonesia’s Birds mengungkap bahwa Pulau Bali menjadi jalur utama dalam perdagangan ilegal satwa liar, terutama burung-burung liar. Bahkan, wilayah ini disebut termasuk dalam kategori dengan tingkat peredaran satwa ilegal yang tinggi di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Direktur Eksekutif Flight, Marison Guciano, dalam sebuah diskusi bertajuk “Bali: Antara Rute Utama dan Pasar Gelap Perdagangan Ilegal Satwa Liar” yang digelar di Kubu Kopi, Denpasar, Senin (15/6/2026). Flight sendiri merupakan organisasi yang fokus pada upaya pemberantasan perdagangan ilegal burung di Indonesia.

Marison menjelaskan bahwa Bali tidak hanya menjadi jalur transit utama pengiriman burung liar, khususnya dari Nusa Tenggara Barat menuju Pulau Jawa, tetapi juga berperan sebagai sumber sekaligus pasar peredaran satwa tersebut.

Ia menambahkan, tingginya minat masyarakat terhadap burung kicau di Bali turut mendorong meningkatnya tekanan terhadap populasi burung liar di alam. Menurutnya, masyarakat cenderung memilih cara yang lebih mudah dan murah, yaitu menangkap langsung dari habitat alami dibandingkan melakukan penangkaran yang membutuhkan waktu serta biaya besar.

Marison menilai kondisi ini perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah dan pihak terkait agar upaya pelestarian satwa liar di Bali dapat berjalan lebih efektif. Ia juga mendorong agar perlindungan satwa tidak hanya mengandalkan regulasi formal, tetapi juga melibatkan kearifan lokal atau hukum adat.

Ia mengungkapkan bahwa dalam lima bulan terakhir, data penyitaan burung liar di Bali tercatat sebagai yang tertinggi di Indonesia, dengan jumlah lebih dari 10 ribu ekor burung hasil tangkapan alam yang diperdagangkan secara ilegal. Menurutnya, tingginya aktivitas perdagangan ini juga berpotensi meningkatkan risiko penyebaran penyakit dari hewan ke manusia (zoonosis).(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update