Padang, Rakyatterkini.com — Warga yang tinggal di hunian sementara (huntara) bagi korban banjir bandang di Kota Padang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Kondisi ini membuat sebagian penghuni terpaksa membeli air untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka.
Salah satu warga huntara di Kapalo Kota, Nelrayeni, mengatakan bahwa persoalan utama yang mereka hadapi selama tinggal di lokasi tersebut adalah minimnya ketersediaan air bersih. Menurutnya, hal ini cukup menyulitkan aktivitas rumah tangga sehari-hari.
“Kalau air tidak ada, tentu kami kesulitan mengerjakan pekerjaan rumah,” ungkapnya.
Di lokasi huntara tersebut sebenarnya tersedia empat tandon air. Namun, tandon tersebut sering kali kosong karena mesin pompa air tidak berfungsi dengan baik. Selain itu, air yang sempat tertampung juga dinilai tidak layak digunakan karena keruh dan kotor.
Nelrayeni menambahkan, untuk kebutuhan memasak warga harus membeli air galon. Sementara air dari tandon tidak bisa digunakan karena kualitasnya buruk.
Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya, Yusniati. Ia menyebut sejak pindah ke huntara pada Januari lalu, akses terhadap air bersih sudah menjadi masalah serius.
“Untuk mandi saja sulit, apalagi untuk mencuci pakaian. Air sering tidak keluar karena pompa rusak, dan kalau ada pun airnya keruh, berpasir, dan kekuningan,” tuturnya.
Para penghuni huntara berharap pemerintah dapat segera menyediakan pasokan air bersih yang layak, setidaknya untuk kebutuhan dasar seperti memasak, mandi, dan mencuci.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, mengaku pihaknya belum menerima laporan resmi terkait kesulitan air bersih di huntara tersebut.
Ia menyampaikan bahwa pihaknya akan meninjau kembali kondisi di lapangan untuk memastikan penyebab gangguan distribusi air, mengingat selama ini pengawasan rutin tetap dilakukan.
Selama ini, suplai air ke huntara disebut dilakukan melalui koordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran yang mengirimkan air secara berkala. Namun, BPBD memastikan akan kembali memperkuat pemantauan dan koordinasi agar kebutuhan air bersih warga tetap terpenuhi.(da*)


