Notification

×

Iklan

Wamenaker Dorong Pemuda Ciptakan Lapangan Kerja Baru

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:43 WIB Last Updated 2026-05-03T12:44:36Z

Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor foto bersama

Jakarta, Rakyatterkini.com — Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menciptakan peluang kerja baru di tengah tantangan ketenagakerjaan nasional, terutama masih dominannya sektor informal serta kebutuhan peningkatan kualitas tenaga kerja.

Ia menjelaskan bahwa kondisi ketenagakerjaan di Indonesia saat ini masih didominasi oleh sektor informal dengan jumlah mencapai lebih dari 155 juta angkatan kerja. Selain itu, masih ada jutaan pencari kerja yang belum terserap di dunia kerja. Situasi ini menunjukkan perlunya peningkatan kompetensi dan daya saing sumber daya manusia, khususnya kalangan muda.

“Anak muda tidak cukup hanya menjadi bagian dari data ketenagakerjaan, tetapi harus mampu menunjukkan kontribusi nyata melalui aksi,” ujar Afriansyah saat menghadiri pelantikan Biru Muda Project dalam acara “UNWRAP: From Potential to Impact Conference 2026” di Jakarta, Sabtu (2/5/2026).

Menurutnya, salah satu persoalan utama saat ini adalah belum selarasnya antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri, sehingga berdampak pada lambatnya penyerapan tenaga kerja. Karena itu, diperlukan perubahan menyeluruh dalam pengembangan SDM agar lebih siap menghadapi dinamika pasar kerja.

Ia juga mendorong generasi muda untuk tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha melalui inovasi, kewirausahaan, serta pemanfaatan teknologi digital.

“Pemuda memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja baru, terutama di era digital saat ini,” tambahnya.

Afriansyah menyebutkan bahwa pemerintah terus memperkuat ekosistem ketenagakerjaan melalui kerja sama lintas sektor yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, hingga media.

Sebagai langkah konkret, Kementerian Ketenagakerjaan pada tahun 2026 menetapkan empat fokus utama, yakni penguatan pelatihan vokasi melalui skilling dan reskilling, pengembangan Talent and Innovation Hub (TIH), perluasan akses pelatihan termasuk bagi penyandang disabilitas, serta peningkatan produktivitas melalui Labor Productivity Clinics.

Selain itu, pemerintah juga mendorong lahirnya wirausaha baru berbasis digital melalui program inkubasi. Upaya ini diharapkan mampu melahirkan pelaku usaha mandiri yang inovatif, termasuk di sektor ekonomi kreatif dan industri ramah lingkungan.

“Seluruh program ini merupakan bagian dari strategi terpadu untuk membangun ekosistem ketenagakerjaan yang lebih adaptif, inklusif, dan berdaya saing global,” tutup Afriansyah.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update